Ilustrasi robot GrowHR dikembangkan di Shenzhen, menampilkan tubuh fleksibel dan kemampuan
JawaPos.com - Tiongkok memperkenalkan sebuah inovasi robotik baru yang berpotensi mengubah arah perkembangan robot humanoid di era kecerdasan buatan (AI). Robot bernama GrowHR dikembangkan dengan kemampuan unik, yaitu dapat mengubah ukuran tubuhnya saat diperlukan, menyusut atau memanjang, meniru karakteristik pertumbuhan struktur manusia.
Dalam dunia robotika, dominasi Amerika Serikat selama ini terlihat kuat melalui produk seperti robot humanoid Optimus dari Tesla dan robot berkemampuan dinamis dari Boston Dynamics. Namun GrowHR mengambil pendekatan berbeda dengan struktur tubuh lunak yang fleksibel dan adaptif, yang menurut para peneliti lebih aman serta lebih serbaguna dalam situasi kompleks.
Dilansir dari BGR, Selasa (17/2/2026), GrowHR mampu mengubah ukuran tubuhnya secara drastis, menyusut hingga 36 persen dari tinggi aslinya dan 61 persen dari lebar awalnya untuk merayap melalui ruang sempit. Robot ini memiliki tinggi sekitar 1,36 meter tetapi bobotnya sangat ringan, hanya kurang dari 4,5 kilogram, sehingga dapat mengapung bahkan berjalan di atas permukaan air.
Para peneliti di Southern University of Science and Technology (SUSTech) yang memimpin proyek ini menjadikan struktur biologis manusia sebagai inspirasi utama desain robot tersebut.
Menurut laporan Interesting Engineering, salah seorang anggota tim peneliti, Wang Ting, PhD, mengatakan, "GrowHR menjaga stabilitas dan keseimbangan melalui pengendalian aktif serta penambahan penghubung teleskopik berbahan serat karbon." Pernyataan ini menjelaskan bahwa meskipun tubuh robot dirancang lunak dan fleksibel, sistem kendali aktif serta komponen serat karbon tetap digunakan untuk memastikan kestabilan gerak di berbagai kondisi.
Desain lunak GrowHR memungkinkan robot tersebut beradaptasi dengan lingkungan yang lebih dinamis dan risiko kecelakaan yang lebih tinggi dibandingkan robot berbasis rangka logam yang kaku.
Dalam penjelasan yang dipublikasikan di Tech360.tv, para peneliti menegaskan, "GrowHR secara inheren aman bagi pengguna, lingkungan, maupun dirinya sendiri, bahkan ketika berbenturan dengan sekitarnya atau mengalami benturan keras," yang menunjukkan fokus utama tim pada keselamatan interaksi antara robot dan manusia atau lingkungan di sekitarnya.
Kemampuan unik GrowHR bukan sekadar daya tarik visual. Tubuhnya yang bisa mengembang dan menyusut memungkinkannya merayap melalui celah sempit serta bergerak di medan yang tidak dapat dimasuki robot konvensional. Bobotnya yang ringan juga memungkinkan mobilitas di atas air dan potensi untuk diluncurkan melalui drone untuk akses cepat ke lokasi terpencil, skenario yang menjadi harapan banyak ahli robotika untuk misi pencarian dan penyelamatan.
Selain kemampuan fisiknya, kemampuan navigasi udara dan air ini juga membuka kemungkinan aplikasi di sektor tanggap darurat bencana, pemantauan struktur bangunan runtuh, serta operasi bantuan medis di area yang sulit dijangkau manusia. Selain itu, desain yang lunak ini juga berarti robot lebih aman berinteraksi langsung dengan manusia, sehingga mengurangi risiko cedera jika terjadi kontak yang tidak terduga.
Namun demikian, GrowHR masih berada pada tahap prototipe laboratorium dan belum ada jadwal komersialisasi yang konkret. Meskipun begitu, tim SUSTech optimistis bahwa inovasi ini akan membuka jalur penelitian baru dalam robot humanoid yang lebih adaptif dan aman.
Seiring dunia teknologi terus berlomba mengejar kecanggihan kecerdasan buatan dan robotika, GrowHR menunjukkan bahwa masa depan robot humanoid tidak hanya dipenuhi oleh mesin logam kaku, tetapi juga sistem robotik yang meniru prinsip biologis manusia untuk mencapai fleksibilitas, keselamatan, dan kemampuan adaptif di lingkungan nyata.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
