
Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid. (Dok. Komdigi)
JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) membuka partisipasi publik pada konsultasi atas dokumen Call for Information (CFI) Kajian Regulasi dan Kebijakan Potensi Implementasi Teknologi Non-Terrestrial Network Direct-to-Device (NTN-D2D) dan Air-to-Ground (A2G) di pita frekuensi 2 GHz.
Kajian ini pun disusun oleh Direktorat Penataan Spektrum Frekuensi Radio, Orbit Satelit, dan Standarisasi Infrastruktur Digital, Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital.
Konsultasi ini sendiri bertujuan untuk menjaring masukan, data, serta praktik terbaik dari para pemangku kepentingan. Hal ini mengenai pemanfaatan pita frekuensi 2 GHz bagi pengembangan layanan komunikasi berbasis satelit dan udara.
“Teknologi NTN-D2D memungkinkan perangkat seluler terhubung langsung ke satelit tanpa menara BTS, sementara teknologi A2G memungkinkan komunikasi langsung antara pesawat dengan jaringan darat,” kata Komdigi pada keterangan resminya, Selasa (21/10).
Kedua teknologi ini sendiri dipandang sebagai solusi strategis untuk memperluas jangkauan layanan digital, khususnya yang berada di wilayah terpencil, perbatasan, perairan, dan jalur udara Indonesia.
Kajian ini sendiri telah menjadi bagian dari pelaksanaan Rencana Strategis Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) 2025-2029 yang mendukung sasaran RPJMN 2025-2029.
Sementara itu, pemanfaatan pita frekuensi 2 GHz untuk teknologi NTN-D2D dan A2G diharapkan dapat memperkuat konektivitas nasional, menjaga ketahanan sistem komunikasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Dokumen Call for Information (CFI) ini membahas potensi penggunaan pita 2 GHz bagi pengembangan dua teknologi strategis, yakni Non-Terrestrial Network Direct-to-Device (NTN-D2D) dan Air-to-Ground (A2G).
Teknologi NTN-D2D juga memungkinkan perangkat ponsel terhubung langsung dengan satelit, sementara A2G mendukung komunikasi antara pesawat dengan jaringan di darat.
Kajian ini menyoroti kontribusi keduanya dalam memperluas akses digital di seluruh Indonesia, memperkuat komunikasi penerbangan, serta mendukung layanan darurat dan konektivitas di wilayah terpencil.
Melalui konsultasi publik ini, Kementerian Komdigi membuka kesempatan bagi operator telekomunikasi, penyedia satelit, industri penerbangan, produsen perangkat, asosiasi, akademisi, maupun masyarakat umum untuk memberikan masukan terkait aspek teknis, kebutuhan spektrum, potensi model bisnis, serta kebijakan yang dapat mendukung implementasinya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
