
Ilustrasi AI. (Pexels)
JawaPos.com – Teknologi punya dalam mempercepat penerapan praktik bisnis berkelanjutan di industri. Hal itu disampaikan Corporate Communications Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin, dalam forum Indonesia 4.0 Conference and Expo 2025 di Jakarta.
Menurut Arif, teknologi kini menjadi enabler yang memungkinkan korporasi untuk menjalankan transformasi hijau secara terukur. “Teknologi bukan sekadar alat efisiensi, melainkan jembatan untuk mempercepat transformasi industri yang lebih ramah lingkungan. Di Danone Indonesia, kami percaya penerapan digital dan inovasi mampu menurunkan jejak karbon, menghemat penggunaan air, serta mengurangi sampah plastik secara signifikan,” ujarnya.
Arif menuturkan, pihaknya telah menjalankan berbagai inisiatif keberlanjutan yang mendapat dukungan teknologi, mulai dari penerapan energi terbarukan di fasilitas produksi, konservasi air melalui program water recharge, hingga kampanye pengurangan sampah plastik lewat gerakan #BijakBerplastik. Upaya ini sejalan dengan strategi global One Planet One Health yang menekankan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Selain fokus pada lingkungan, kata Arif, pihaknya juga memperluas kontribusi di bidang kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan stunting dan anemia defisiensi zat besi. "Melalui program Bersama Cegah Stunting, kami berkolaborasi dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk memberikan edukasi gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang anak, serta intervensi nutrisi yang tepat di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi," katanya.
Inisiatif lain yang dijalankan adalah Generasi Sehat Indonesia (GESID), program edukasi bagi remaja tentang kesehatan reproduksi, pola hidup sehat, dan pentingnya pemenuhan zat gizi mikro, termasuk zat besi, untuk mencegah anemia. "Melalui GESID, kami membantu memutus siklus stunting sejak masa remaja agar calon ibu di masa depan memiliki status gizi yang lebih baik," katanya.
Lebih lanjut, Arif mengatakan, mereka juga mengembangkan Warung Anak Sehat (WAS) yang bekerja sama dengan sekolah dasar dan ibu pengelola kantin untuk menyediakan jajanan sehat dan bergizi bagi anak-anak. Program ini tidak hanya meningkatkan akses anak sekolah terhadap makanan sehat, tetapi juga memperkuat kesadaran orang tua dan komunitas mengenai pentingnya gizi seimbang dalam mendukung tumbuh kembang optimal.
Arif menambahkan, pemanfaatan digitalisasi dalam pengelolaan operasional maupun program sosial memberikan dampak signifikan.
“Big data, Internet of Things (IoT), hingga Artificial Intelligence (AI) memungkinkan perusahaan seperti kami untuk memantau penggunaan energi secara real time, mengukur efisiensi rantai pasok, hingga memastikan program daur ulang berjalan transparan dan terukur. Jejak digital inilah yang akan memperkuat akuntabilitas sekaligus meningkatkan kepercayaan publik,” tutupnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
