
Jensen Huang saat berbicara dalam sebuah konferensi, di tengah melonjaknya dominasi Nvidia dalam industri kecerdasan buatan global (The New York Times)
JawaPos.com - Gelombang investasi kecerdasan buatan global masih bergerak agresif dan belum menunjukkan tanda perlambatan. Di tengah persaingan raksasa teknologi seperti Meta, Amazon, Google, dan Microsoft membangun infrastruktur pusat data dalam skala besar, Nvidia muncul sebagai perusahaan yang paling diuntungkan dari perlombaan industri AI tersebut.
Perusahaan pembuat cip asal Silicon Valley itu membukukan laba kuartalan sebesar 58,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.030 triliun dengan kurs Rp 17.680 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka tersebut melonjak 211 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, pendapatan Nvidia mencapai 81,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.442 triliun, naik 85 persen secara tahunan. Sebagai perbandingan, laba kuartalan Nvidia tiga tahun lalu masih berada di kisaran 2 miliar dolar AS.
Dilansir dari The New York Times, Kamis (21/5/2026), lonjakan kinerja Nvidia menjadi sinyal kuat bahwa belanja AI perusahaan teknologi global masih terus meningkat. Nvidia bahkan memperkirakan pengeluaran dunia untuk infrastruktur AI dapat mencapai 3 triliun hingga 4 triliun dolar AS pada 2030, naik tajam dari sekitar 1 triliun dolar AS saat ini. Kondisi itu memperkuat posisi Nvidia sebagai pemasok utama cip untuk pengembangan model AI generatif dan pusat data modern.
Chief Executive Officer Nvidia, Jensen Huang, mengatakan percepatan pembangunan pusat data terjadi karena AI mulai memberikan nilai ekonomi nyata bagi perusahaan. "AI sekarang sudah mampu melakukan pekerjaan yang produktif dan bernilai," ujarnya dalam konferensi bersama analis Wall Street. Huang juga menegaskan, "Permintaannya melonjak sangat cepat. Kami membangun kapasitas sebelum momen ini terjadi sehingga ketika AI agentik hadir, Nvidia sudah siap. Dan sekarang, momen itu telah tiba."
Dalam satu dekade terakhir, Nvidia bertransformasi dari produsen cip gim menjadi penguasa lebih dari 90 persen pasar cip AI kelas atas. Posisi itu menguat seiring belanja besar-besaran perusahaan teknologi global untuk membangun pusat data AI.
Belanja masif perusahaan teknologi menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan tersebut. Google, Amazon, Meta, dan Microsoft diketahui telah mengalokasikan sedikitnya 1 triliun dolar AS untuk pembangunan infrastruktur AI. Sebagian besar fasilitas tersebut menggunakan cip Nvidia. Penjualan pusat data kini menjadi motor utama bisnis perusahaan, dengan pendapatan segmen itu melonjak 92 persen menjadi 75 miliar dolar AS pada kuartal terakhir.
Dampak ledakan AI juga mulai dirasakan industri semikonduktor secara lebih luas. AMD dan Intel mencatat kenaikan penjualan cip server yang dapat digunakan untuk sebagian kebutuhan AI. Di sisi lain, perusahaan rintisan pembuat cip AI, Cerebras, resmi melantai di bursa bulan ini. Google bahkan mulai menjual cip AI buatannya sendiri, tensor processing unit (TPU), kepada perusahaan lain.
Manajer portofolio Sand Capital, Daniel Pilling, menilai tingginya permintaan AI membuat perusahaan teknologi berlomba mendapatkan pasokan cip apa pun yang tersedia. "Jika Anda menjalankan bisnis AI, Anda akan mengambil cip apa pun yang bisa didapat karena permintaannya jauh lebih besar dibanding kapasitas yang tersedia," katanya.
Selain memperluas produksi, Nvidia juga mulai memperkuat kendali rantai pasok industri AI global. Perusahaan menghabiskan 95 miliar dolar AS untuk mengamankan pasokan memori, serat optik, dan berbagai komponen penting bagi superkomputer AI mereka. Nvidia juga menanamkan investasi pada Anthropic, salah satu perusahaan AI dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Huang mengatakan Anthropic akan menggunakan lebih banyak cip Nvidia untuk pengembangan model AI mereka.
Meski demikian, tekanan geopolitik masih menjadi tantangan utama perusahaan. Nvidia menghadapi hambatan penjualan cip di Tiongkok setelah pembatasan ekspor teknologi dari pemerintahan Presiden Donald Trump.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022