Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 Juli 2025 | 03.55 WIB

NEC Indonesia Luncurkan Solusi Keamanan Siber untuk Sektor Manufaktur

NEC Indonesia luncurkan solusi keamanan siber untuk manufaktur, Rabu (16/7). (Rian/JawaPos.com) - Image

NEC Indonesia luncurkan solusi keamanan siber untuk manufaktur, Rabu (16/7). (Rian/JawaPos.com)

JawaPos.com-Di tengah meningkatnya ancaman digital, NEC Indonesia meluncurkan solusi keamanan siber end-to-end untuk mendukung transformasi digital sektor manufaktur nasional. Solusi ini dikembangkan agar mampu mengamankan sistem Teknologi Informasi (TI) dan Teknologi Operasional (TO) tanpa menghambat proses produksi.

"Peningkatan penggunaan perangkat terhubung dalam pabrik membuat kebutuhan akan sistem keamanan siber yang kuat menjadi semakin mendesak, namun tetap harus dirancang agar tidak mengganggu kelancaran produksi," ujar Joji Yamamoto, Presiden Direktur NEC Indonesia, dalam acara PIDI 4.0 NEC Media Tour bertema Smart Manufacturing Solutions di Jakarta, Rabu (16/7).

Ancaman siber terhadap sektor manufaktur kian nyata. Serangan siber belum lama ini membuat salah satu pabrik otomotif di Indonesia lumpuh selama sepekan. Kerugian finansial yang ditimbulkan jadi bukti pentingnya sistem pertahanan digital yang tangguh.

Joji menegaskan, keamanan siber bukan hanya penunjang, tapi pilar utama operasional industri. Keamanan siber di bidang manufaktur adalah yang paling fundamental.

"Jika sistem keamanannya kuat, potensi kerugian bisa ditekan secara signifikan,” kata Joji Yamamoto.

Dia menjelaskan, NEC menawarkan pendekatan yang menggabungkan teknologi mutakhir dan kesadaran manusia. Sistem yang dikembangkan mencakup analisis perilaku pengguna, pemantauan ancaman secara real-time melalui Security Operations Center (SOC) selama 24 jam, serta respons insiden instan berdasar risiko tiap pengguna.

Cybersecurity Bukan Lagi Opsional

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustria Masrokhan mengingatkan, sistem keamanan digital kini wajib diprioritaskan pelaku industri.

“Keamanan digital seharusnya tidak dianggap sebagai pelengkap, tetapi sebagai komponen inti dalam menjaga keberlanjutan dan daya saing industri,” tegas Masrokhan.

Meski ancaman siber meningkat, data BPSDMI menunjukkan baru sekitar 21 persen perusahaan industri di Indonesia yang benar-benar mengadopsi transformasi digital. Mayoritas masih berada di tahap eksplorasi.

Menurut Masrokhan, inisiatif NEC menjadi contoh kolaborasi ideal antara penyedia teknologi dan pemangku kebijakan. Investasi di bidang keamanan siber memberikan pengembalian yang cepat.

“Kami selalu yakinkan return on investment (ROI) itu bisa segera kembali karena ada efisiensi, produktivitas, dan daya saing,” ujar Masrokhan.

Dengan ancaman digital yang tak lagi bisa diabaikan, inisiatif seperti yang dilakukan NEC menjadi penting untuk memperkuat ketahanan industri nasional. Perlindungan sistem digital bukan hanya investasi teknologi, melainkan fondasi strategis untuk masa depan manufaktur Indonesia.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore