
Ilustrasi Teknologi (Pexels @Tara Winstead)
JawaPos.com - Dewasa ini, penggunaan AI (Artificial Intelligence) semakin marak digunakan oleh pengguna internet.
Sebagaimana teknologi lainnya, AI tentu saja membantu manusia dalam melakukan pekerjaan.
Sayangnya, AI bagaikan pedang bermata dua, selain memberikan banyak manfaat, AI juga memiliki risiko dan bahaya apabila tidak digunakan secara bijak.
Dilansir dari laman Built In, AI sangat berpengaruh terhadap kerusakan otak manusia terutama anak-anak. Konsumsi konten internet secara berlebihan dapat menyebabkan mundurnya kemampuan kognitif serta turunnya kesehatan mental.
AI dapat membuat pengguna internet kewalahan sehingga mendistorsi realitas, terlebih untuk konten yang mengandung brain rot seperti anomali yang digemari oleh anak-anak. Hal tersebut dapat menyebabkan kemunduran kognitif dan membuat anak sulit fokus.
Selain itu, otomatisasi yang dikerjakan AI dapat membuat manusia kehilangan pekerjaannya. Bidang pekerjaan yang membutuhkan otomatisasi seperti manufaktur, pemasaran, bahkan kesehatan dapat digantikan oleh AI. Goldman Sachs telah menyatakan sebanyak 300 juta pekerjaan dapat hilang akibat otomatisasi AI.
Disamping itu, teknologi AI juga mampu memproduksi gambar, video, serta audio yang dinamakan deepfake. Deepfake merupakan konten yang dibuat seolah berasal dari orang sebenarnya.
Dikutip dari Cloud Computing Indonesia, penyalahgunaan deepfake dapat merusak reputasi seseorang maupun kelompok. Selain itu, dapat mengancam keamanan dan privasi pengguna internet.
Bagaimanapun juga, manusia tidak mungkin tak menggunakan AI sama sekali. Teknologi harus dimanfaatkan dengan baik dan bijak agar manusia terhindar dari risiko penggunaan AI.
Diberitakan dari situs KPMG, cara menggunakan AI dengan aman dapat dilakukan dengan menghindari memberikan data pribadi seperti nama lengkap, alamat, serta telepon.
Selain itu, bersikap bijak dalam berbagi di sosial media adalah hal yang harus diperhatikan, terutama untuk aplikasi yang dapat diakses publik.
Terakhir, jangan terlalu bergantung pada penggunaan AI. Sebagaimana teknologi lainnya, AI harus digunakan sebagai penunjang kebutuhan manusia, dan bukan pengganti manusia.
Hindari melakukan plagiarisme dan memutuskan sesuatu berdasarkan AI. Ingatlah bahwa manusia memiliki otoritas terhadap teknologi dan bukan sebaliknya.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
