Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Mei 2025 | 20.16 WIB

Keamanan Siber Jadi Kunci Utama di Tengah Gelombang Digitalisasi

Ilustrasi keamanan siber (Dok. iStockphoto)

JawaPos.com – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi, keamanan siber menjadi perhatian utama bagi perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Semakin banyak aktivitas berpindah ke dunia digital, mulai dari transaksi keuangan, data pribadi, hingga sistem layanan publik. Hal ini membuat ancaman serangan siber semakin nyata dan berbahaya.

Menurut laporan terbaru, serangan siber diperkirakan akan menyebabkan kerugian global hingga 10,5 triliun dolar AS per tahun pada 2025. Bahkan, Forum Ekonomi Dunia menempatkan ancaman siber sebagai salah satu dari lima risiko global terbesar. Fakta ini menunjukkan bahwa keamanan siber bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang sangat mendesak.
 
"Digitalisasi membawa banyak manfaat, tapi juga membuka celah baru bagi kejahatan dunia maya. Oleh karena itu, setiap organisasi harus memprioritaskan keamanan digital mereka," ujar pakar keamanan siber dari Cybersecurity Ventures.
 
 
Sehingga masih banyak perusahaan yang belum serius mengintegrasikan sistem keamanan siber dalam proses digitalisasi mereka. Padahal, ketika serangan terjadi, kerugian tidak hanya berupa uang, tetapi juga reputasi dan kepercayaan pelanggan.
 
Amerika Latin misalnya, saat ini sedang berlomba mengejar ketertinggalan dalam teknologi. Namun jika keamanan siber tidak disiapkan secara matang, percepatan digital malah bisa menjadi bumerang. 
 
Banyak negara di kawasan tersebut menghadapi tantangan seperti kurangnya investasi di bidang riset, lemahnya kebijakan inovasi, serta minimnya tenaga ahli di bidang teknologi dan keamanan digital.
 
Untuk mengatasi masalah ini, para ahli merekomendasikan beberapa langkah strategis seperti meningkatkan pendidikan teknologi, membangun infrastruktur digital yang aman, serta memperkuat kerja sama internasional dalam melawan kejahatan siber.
 
Di masa depan, keamanan siber dan transformasi digital diprediksi akan berjalan beriringan. Perusahaan perlu membentuk tim yang menyatukan bagian IT, keamanan, dan operasional. Selain itu, penggunaan sistem yang bisa terus menyesuaikan diri dengan jenis ancaman baru juga semakin dibutuhkan.
 
Di era yang serba digital ini, menjaga data dan sistem dari serangan siber bukan hanya soal teknis, tetapi juga soal menjaga kepercayaan dan keberlangsungan bisnis. Oleh karena itu, saatnya semua pihak sadar bahwa keamanan siber adalah pondasi penting menuju masa depan digital yang aman dan berkelanjutan.
 
Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore