Sejarah font Times New Roman. (typographyforlawyers)
JawaPos.com – Setiap pengguna komputer pasti pernah melihat dan mungkin menggunakan Times New Roman. Font ini begitu lekat dengan dunia tulis-menulis, terutama dalam dokumen resmi dan akademik.
Namun, tahukah Anda bahwa Times New Roman awalnya diciptakan untuk sebuah surat kabar Inggris dan dirancang khusus agar lebih mudah dibaca di media cetak?
Times New Roman pertama kali diperkenalkan pada 3 Oktober 1932 oleh The Times of London. Font ini dirancang sebagai jawaban atas kebutuhan koran tersebut untuk memiliki jenis huruf yang lebih hemat ruang tetapi tetap mudah dibaca.
Dikutip dari Microsoft, Stanley Morison, seorang penasihat tipografi di Monotype Corporation, adalah sosok di balik desain Times New Roman. Ia bekerja sama dengan Victor Lardent, seorang seniman di departemen periklanan The Times, yang menggambar bentuk dasar hurufnya.
Morison menggunakan font Plantin sebagai inspirasi utama tetapi melakukan berbagai modifikasi untuk meningkatkan keterbacaan dan efisiensi ruang. Dilansir dari Aithor, tujuan utama dari desain ini adalah agar koran bisa menampung lebih banyak teks dalam ruang terbatas tanpa mengurangi kejelasan bacaan.
Ketika pertama kali diperkenalkan, The Times memiliki hak eksklusif atas penggunaan Times New Roman selama satu tahun. Namun, setelah masa eksklusivitas berakhir, font ini mulai tersedia untuk publik melalui Monotype. Popularitasnya melonjak dan diadopsi oleh berbagai penerbit buku serta dokumen resmi.
Menurut Beatwicki, Times New Roman mulai dikenal luas di dunia digital ketika Microsoft memasukkannya sebagai font default dalam Microsoft Word.
Sejak Windows 3.1, font ini tersedia di hampir semua komputer, menjadikannya salah satu font paling berpengaruh dalam sejarah tipografi. Bahkan, dalam era digital, Times New Roman tetap bertahan sebagai standar untuk berbagai dokumen akademik dan profesional.
Meskipun tetap populer, Times New Roman tidak terlepas dari evolusi. Pada tahun 1972, The Times menggantinya dengan Times Europa, yang lebih sesuai dengan kebutuhan pencetakan modern. Kemudian, pada 1986, versi digitalnya dibuat untuk kebutuhan komputer dengan nama Times Roman.
Dilansir dari Typographyforlawyers, banyak yang mempertanyakan apakah daya tahan Times New Roman disebabkan oleh kualitas desainnya atau sekadar karena keberadaannya yang sudah lama.
Font ini kerap dianggap sebagai pilihan “default” yang tidak menunjukkan kreativitas dalam desain. Meski begitu, Times New Roman tetap bertahan sebagai salah satu font paling ikonik sepanjang masa.
Times New Roman adalah contoh sempurna bagaimana sebuah desain dapat bertahan dan beradaptasi selama hampir satu abad.
Dari halaman koran The Times hingga layar komputer di seluruh dunia, font ini telah melewati berbagai transformasi tetapi tetap mempertahankan esensi dasarnya: keterbacaan dan efisiensi.
Dengan sejarah panjang dan penggunaannya yang luas, Times New Roman bukan hanya sekadar jenis huruf, tetapi juga simbol bagaimana teknologi dan desain dapat bersinergi dalam evolusi tipografi.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
