JawaPos.com - Kawasan Kota Tua Jakarta menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagi pencinta sejarah, budaya, dan bangunan klasik peninggalan kolonial.
Suasana tempo dulu yang masih terasa kuat membuat kawasan ini selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Tak hanya menawarkan deretan bangunan bersejarah, Kota Tua Jakarta juga memiliki museum, jembatan tua, hingga kafe klasik yang menarik untuk dijelajahi.
Dilansir dari Instagram @disparekrafdki dan @wisatakotatua, berikut rekomendasi wisata sejarah menarik di Kota Tua Jakarta yang wajib masuk daftar kunjungan.
1. Museum Sejarah Jakarta
Museum Sejarah Jakarta menjadi ikon utama kawasan Kota Tua. Tempat ini lebih dikenal masyarakat dengan nama Museum Fatahillah.
Bangunan megah bergaya kolonial tersebut dahulu digunakan sebagai Balai Kota Batavia pada masa pemerintahan VOC. Museum ini menyimpan sekitar 23.500 koleksi benda bersejarah, baik asli maupun replika.
Pengunjung dapat melihat berbagai peninggalan masa lalu seperti meriam kuno, mebel antik, keramik, prasasti, hingga dokumen sejarah perkembangan Kota Jakarta.
Selain koleksi sejarahnya yang lengkap, halaman depan museum juga selalu ramai oleh wisatawan yang berburu foto atau sekadar menikmati suasana Kota Tua.
Banyak penyewa sepeda ontel warna-warni yang membuat suasana kawasan ini terasa semakin klasik.
2. Cafe Batavia
Jika ingin menikmati suasana klasik khas Eropa tempo dulu, Cafe Batavia menjadi tempat yang wajib dikunjungi. Lokasinya berada tepat di seberang Museum Sejarah Jakarta sehingga sangat mudah ditemukan.
Bangunan cafe ini dulunya merupakan tempat tinggal pejabat tinggi VOC. Interiornya dipenuhi dekorasi antik, foto hitam putih, lampu klasik, dan furnitur kayu yang membuat pengunjung serasa kembali ke masa kolonial.
Tidak hanya menawarkan suasana unik, Cafe Batavia juga memiliki berbagai menu makanan dan minuman yang cukup lengkap.
Banyak wisatawan datang ke tempat ini untuk bersantai sambil menikmati pemandangan kawasan Kota Tua dari lantai atas bangunan.
3. Toko Merah
Toko Merah menjadi salah satu bangunan paling mencolok di kawasan Kota Tua karena seluruh bagian dindingnya didominasi warna merah terang.
Bangunan ini merupakan peninggalan kolonial Belanda yang memiliki nilai sejarah tinggi. Dahulu Toko Merah digunakan sebagai rumah dinas gubernur jenderal Belanda.
Pada tahun 1851, bangunan ini dibeli oleh saudagar kaya bernama Oey Liauw Kong dan kemudian difungsikan sebagai tempat tinggal sekaligus toko perdagangan.
Arsitektur bangunannya masih mempertahankan desain klasik Eropa sehingga sering dijadikan lokasi fotografi, syuting film, hingga wisata sejarah. Meski sudah berusia ratusan tahun, bangunan ini tetap terlihat megah dan ikonik.
4. Jembatan Kota Intan
Jembatan Kota Intan dikenal sebagai jembatan tertua di Indonesia yang masih berdiri hingga sekarang.
Jembatan ini dibangun pada tahun 1628 pada masa pemerintahan VOC dan awalnya bernama Engelse Brug atau Engelse Burg.
Dulu jembatan ini digunakan sebagai jalur penghubung penting untuk aktivitas perdagangan di Batavia. Bentuknya yang klasik dengan material kayu membuat jembatan ini memiliki daya tarik tersendiri.
Kini Jembatan Kota Intan menjadi salah satu spot favorit wisatawan untuk berfoto. Banyak pengunjung datang pada sore hari untuk menikmati suasana romantis dan nuansa sejarah yang masih terasa sangat kuat.
5. Museum Bank Indonesia
Museum Bank Indonesia menjadi destinasi wisata edukasi yang menarik untuk mengenal sejarah dunia perbankan di Indonesia.
Museum ini menempati bangunan bekas De Javasche Bank yang merupakan bank sentral pada masa kolonial Belanda.
Di dalam museum, pengunjung dapat mempelajari perkembangan sistem keuangan Indonesia dari masa ke masa.
Terdapat koleksi uang kuno, mesin cetak uang, emas batangan, hingga ruang pamer interaktif yang modern.
Interior bangunannya juga sangat megah dengan perpaduan desain klasik dan teknologi modern. Karena itulah
Museum Bank Indonesia sering menjadi tujuan wisata pelajar maupun wisatawan umum.