Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Mei 2026 | 15.01 WIB

9 Rekomendasi Wisata Sejarah Menarik di Kota Tua Jakarta, Surga Pecinta Sejarah dan Bangunan Kolonial

Ilustrasi wisata sejarah di Kota Tua Jakarta (Instagram @whatsnewjakarta) - Image

Ilustrasi wisata sejarah di Kota Tua Jakarta (Instagram @whatsnewjakarta)


JawaPos.com - Kawasan Kota Tua Jakarta menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagi pencinta sejarah, budaya, dan bangunan klasik peninggalan kolonial.
 
Suasana tempo dulu yang masih terasa kuat membuat kawasan ini selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.
 
Tak hanya menawarkan deretan bangunan bersejarah, Kota Tua Jakarta juga memiliki museum, jembatan tua, hingga kafe klasik yang menarik untuk dijelajahi.
 
Dilansir dari Instagram @disparekrafdki dan @wisatakotatua, berikut rekomendasi wisata sejarah menarik di Kota Tua Jakarta yang wajib masuk daftar kunjungan.
 
1. Museum Sejarah Jakarta
 
Museum Sejarah Jakarta menjadi ikon utama kawasan Kota Tua. Tempat ini lebih dikenal masyarakat dengan nama Museum Fatahillah.
 
Bangunan megah bergaya kolonial tersebut dahulu digunakan sebagai Balai Kota Batavia pada masa pemerintahan VOC. Museum ini menyimpan sekitar 23.500 koleksi benda bersejarah, baik asli maupun replika.
 
Pengunjung dapat melihat berbagai peninggalan masa lalu seperti meriam kuno, mebel antik, keramik, prasasti, hingga dokumen sejarah perkembangan Kota Jakarta.
 
Selain koleksi sejarahnya yang lengkap, halaman depan museum juga selalu ramai oleh wisatawan yang berburu foto atau sekadar menikmati suasana Kota Tua.
Banyak penyewa sepeda ontel warna-warni yang membuat suasana kawasan ini terasa semakin klasik.
 
2. Cafe Batavia
 
Jika ingin menikmati suasana klasik khas Eropa tempo dulu, Cafe Batavia menjadi tempat yang wajib dikunjungi. Lokasinya berada tepat di seberang Museum Sejarah Jakarta sehingga sangat mudah ditemukan.
 
Bangunan cafe ini dulunya merupakan tempat tinggal pejabat tinggi VOC. Interiornya dipenuhi dekorasi antik, foto hitam putih, lampu klasik, dan furnitur kayu yang membuat pengunjung serasa kembali ke masa kolonial.
 
Tidak hanya menawarkan suasana unik, Cafe Batavia juga memiliki berbagai menu makanan dan minuman yang cukup lengkap.
 
Banyak wisatawan datang ke tempat ini untuk bersantai sambil menikmati pemandangan kawasan Kota Tua dari lantai atas bangunan.
 
3. Toko Merah
 
Toko Merah menjadi salah satu bangunan paling mencolok di kawasan Kota Tua karena seluruh bagian dindingnya didominasi warna merah terang.
 
Bangunan ini merupakan peninggalan kolonial Belanda yang memiliki nilai sejarah tinggi. Dahulu Toko Merah digunakan sebagai rumah dinas gubernur jenderal Belanda.
 
Pada tahun 1851, bangunan ini dibeli oleh saudagar kaya bernama Oey Liauw Kong dan kemudian difungsikan sebagai tempat tinggal sekaligus toko perdagangan.
 
Arsitektur bangunannya masih mempertahankan desain klasik Eropa sehingga sering dijadikan lokasi fotografi, syuting film, hingga wisata sejarah. Meski sudah berusia ratusan tahun, bangunan ini tetap terlihat megah dan ikonik.
 
4. Jembatan Kota Intan
 
Jembatan Kota Intan dikenal sebagai jembatan tertua di Indonesia yang masih berdiri hingga sekarang.
Jembatan ini dibangun pada tahun 1628 pada masa pemerintahan VOC dan awalnya bernama Engelse Brug atau Engelse Burg.
 
Dulu jembatan ini digunakan sebagai jalur penghubung penting untuk aktivitas perdagangan di Batavia. Bentuknya yang klasik dengan material kayu membuat jembatan ini memiliki daya tarik tersendiri.
 
Kini Jembatan Kota Intan menjadi salah satu spot favorit wisatawan untuk berfoto. Banyak pengunjung datang pada sore hari untuk menikmati suasana romantis dan nuansa sejarah yang masih terasa sangat kuat.
 
5. Museum Bank Indonesia
 
Museum Bank Indonesia menjadi destinasi wisata edukasi yang menarik untuk mengenal sejarah dunia perbankan di Indonesia.
 
Museum ini menempati bangunan bekas De Javasche Bank yang merupakan bank sentral pada masa kolonial Belanda.
 
Di dalam museum, pengunjung dapat mempelajari perkembangan sistem keuangan Indonesia dari masa ke masa.
Terdapat koleksi uang kuno, mesin cetak uang, emas batangan, hingga ruang pamer interaktif yang modern.
 
Interior bangunannya juga sangat megah dengan perpaduan desain klasik dan teknologi modern. Karena itulah 
 
Museum Bank Indonesia sering menjadi tujuan wisata pelajar maupun wisatawan umum.
 
6. Museum Seni Rupa dan Keramik
 
Museum Seni Rupa dan Keramik menjadi destinasi menarik bagi pecinta seni dan budaya yang berkunjung ke kawasan Kota Tua Jakarta.

Museum ini menempati bangunan tua peninggalan kolonial Belanda yang dahulu digunakan sebagai kantor pengadilan pada masa Batavia.

Di dalamnya, pengunjung dapat menikmati beragam koleksi karya seni rupa seperti lukisan, patung, sketsa, hingga ukiran karya seniman Indonesia terkenal.

Selain itu, museum ini juga menyimpan koleksi keramik dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara seperti Tiongkok, Jepang, dan Eropa.

Suasana bangunan yang klasik dipadukan dengan nilai seni yang tinggi membuat tempat ini terasa nyaman untuk berkeliling sambil menambah wawasan budaya.

Banyak wisatawan datang untuk menikmati pameran seni sekaligus berburu spot foto bernuansa vintage dan estetik.

7. Museum Wayang

Museum Wayang merupakan destinasi budaya yang sangat menarik di kawasan Kota Tua.
Bangunan ini dahulu merupakan gereja tua bernama De Oude Hollandsche Kerk yang dibangun pada masa pemerintahan Belanda sekitar tahun 1640.

Museum ini memiliki lebih dari 6.000 koleksi wayang dari berbagai daerah di Indonesia dan beberapa negara lain.
Pengunjung dapat melihat wayang kulit, wayang golek, boneka tradisional, hingga berbagai karya seni pertunjukan lainnya.

Selain koleksi permanen, Museum Wayang juga sering mengadakan pertunjukan wayang dan kegiatan budaya yang menarik untuk wisatawan.

8. Museum Bahari

Museum Bahari merupakan bekas gudang penyimpanan rempah-rempah milik Belanda pada abad ke-17.
Bangunan ini menjadi bukti penting bahwa Jakarta pernah menjadi pusat perdagangan maritim dunia.

Museum Bahari menyimpan berbagai koleksi tentang dunia pelayaran dan kebaharian Indonesia.
Pengunjung dapat melihat miniatur kapal tradisional, alat navigasi laut, peta pelayaran kuno, hingga sejarah perdagangan rempah Nusantara.

Lokasinya yang berada dekat Pelabuhan Sunda Kelapa membuat suasana maritim di kawasan ini terasa semakin kuat dan menarik untuk dijelajahi.

9. Pelabuhan Sunda Kelapa

Pelabuhan Sunda Kelapa menjadi salah satu saksi bisu kejayaan perdagangan maritim di Jakarta sejak ratusan tahun lalu.

Pelabuhan ini sudah digunakan sejak masa Kerajaan Sunda dan terus berkembang pada era kolonial Belanda sebagai pusat aktivitas perdagangan penting di Batavia.

Hingga kini, Pelabuhan Sunda Kelapa masih aktif digunakan oleh kapal-kapal pinisi tradisional yang mengangkut barang antarpulau.

Pemandangan deretan kapal kayu besar dengan aktivitas bongkar muat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Banyak pengunjung datang untuk menikmati suasana pelabuhan tua sambil berburu foto dengan latar kapal tradisional yang ikonik.

Suasana sore hari di kawasan ini juga terasa sangat menarik karena menghadirkan perpaduan nuansa sejarah, budaya maritim, dan panorama laut yang khas.
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore