
Sam Altman, CEO OpenAI, meluncurkan NextGenAI dengan dana hibah USD 50 juta untuk mendukung riset AI global. (X/TechAI)
JawaPos.com – CEO OpenAI Sam Altman resmi meluncurkan NextGenAI, sebuah konsorsium yang bertujuan mempercepat penelitian akademik dan pendidikan kecerdasan buatan (AI) di berbagai universitas terkemuka dunia. Inisiatif ini didukung oleh dana hibah sebesar USD 50 juta (sekitar Rp815 miliar) yang mencakup pendanaan penelitian, akses komputasi, serta penggunaan API OpenAI.
Dalam pernyataan resminya, OpenAI menyebut bahwa NextGenAI berkolaborasi dengan 15 institusi akademik ternama, termasuk Harvard, Universitas Oxford, dan Institut Teknologi Massachusetts (MIT). Melalui program ini, mahasiswa, pengajar, dan peneliti akan mendapatkan akses pendanaan yang akan diberikan dalam beberapa bulan ke depan, seperti dilansir The Economic Times, Selasa (11/3/2025).
Peluncuran NextGenAI menjadi bagian dari komitmen OpenAI dalam mendukung komunitas akademik untuk mengembangkan AI yang lebih maju dan bermanfaat. Brad Lightcap, Chief Operating Officer OpenAI, menekankan bahwa kontribusi akademisi sangat penting dalam kemajuan teknologi AI.
"Bidang AI tidak akan mencapai posisinya saat ini tanpa kerja keras selama puluhan tahun dari komunitas akademik. Kolaborasi yang berkelanjutan sangat penting untuk membangun AI yang bermanfaat bagi semua orang," ujar Lightcap, dikutip dari Inside Higher Ed.
Lebih lanjut, OpenAI menyatakan bahwa NextGenAI dirancang tidak hanya untuk mendorong penemuan baru, tetapi juga untuk mempersiapkan generasi berikutnya dalam membentuk masa depan AI. Dalam unggahan blog resminya, perusahaan menulis:
"NextGenAI didesain untuk mendukung ilmuwan yang mencari terobosan medis, akademisi yang menggali wawasan baru, serta mahasiswa yang ingin menguasai AI untuk masa depan. Seiring berjalannya waktu, kami akan mengeksplorasi peluang untuk memperluas cakupan dan dampak program ini."
Berbagai institusi akademik yang tergabung dalam NextGenAI telah merancang pemanfaatan AI dalam berbagai bidang penelitian. Universitas Oxford, misalnya, akan menggunakan teknologi AI untuk mempercepat riset kesehatan, mengkaji perubahan iklim, serta mendigitalkan koleksi sejarah di Perpustakaan Bodleian.
Sementara itu, MIT berencana memanfaatkan akses API OpenAI dan pendanaan komputasi untuk mengembangkan model AI mereka sendiri. Adapun Universitas Texas A&M akan menggunakan hibah ini untuk program Literasi AI Generatif, yang bertujuan memberikan pelatihan langsung kepada mahasiswa dan pengajar.
Selain pendanaan dan akses teknologi, OpenAI juga memperkenalkan ChatGPT Edu, sebuah platform AI edukasional, kepada lebih dari 3.000 akademisi dan staf di Universitas Oxford. Teknologi ini diharapkan dapat membantu penelitian, administrasi akademik, serta proses pengajaran dengan fitur-fitur canggih seperti peringkasan teks dan pembuatan ide penelitian.
Peluncuran NextGenAI juga dilakukan di tengah situasi yang menantang bagi pendanaan riset AI di Amerika Serikat. Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintahan Trump dikabarkan telah memberhentikan sejumlah pegawai di National Science Foundation yang memiliki keahlian di bidang AI. Langkah ini menimbulkan kekhawatiran akan berkurangnya dukungan bagi proyek-proyek AI di lingkungan akademik.
Meskipun demikian, NextGenAI diharapkan dapat mengisi kekosongan tersebut dengan memberikan peluang pendanaan bagi riset yang inovatif. Namun, ada pula kritik yang menyebut bahwa OpenAI bukanlah pihak yang netral dalam pengembangan AI. Beberapa pihak menilai bahwa melalui NextGenAI, OpenAI berupaya memperkenalkan ekosistem teknologinya kepada akademisi dan mahasiswa, yang berpotensi mengurangi penggunaan alternatif open-source dari pesaingnya.
Terlepas dari pro dan kontra yang ada, inisiatif ini menandai langkah signifikan dalam memperkuat ekosistem AI di lingkungan akademik. Dengan semakin luasnya akses terhadap sumber daya teknologi dan penelitian, OpenAI berharap dapat menciptakan generasi baru ilmuwan dan profesional AI yang siap menghadapi tantangan masa depan. (*)

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
