JawaPos.com-OpenAI, perusahaan teknologi rintisan yang dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini terkenal karena platform ChatGPT berencana ekspansi ke pembuatan produk lainnya. Dikabarkan bahwa OpenAI ini akan membuat hardware AI, robot humanoid, chip AI dan banyak lagi perangkat yang dibekali kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Diketahui bahwa OpenAI baru saja mengajukan aplikasi merek dagang baru ke Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat (USPTO) pada tanggal 31 Januari 2025. Pengajuan ini menunjukkan bahwa OpenAI berencana untuk memperluas ke kategori produk baru, termasuk perangkat keras dan robotika.
Meskipun aplikasi tersebut menyoroti lini produk potensial, penting untuk dicatat bahwa pengembangan ini mungkin memerlukan waktu beberapa tahun untuk dipasarkan.
Di antara barang-barang yang disebutkan dalam pengajuan merek dagang tersebut adalah serangkaian produk perangkat keras, seperti headphone, kacamata, jam tangan pintar, perhiasan pintar, serta casing laptop dan ponsel.
OpenAI juga mengisyaratkan akan memasuki pasar Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) dengan headset baru. Produk-produk ini akan dirancang untuk bekerja dengan teknologi AI, meningkatkan interaksi pengguna melalui simulasi dan pelatihan yang dibantu AI.
Sebelumnya, CEO OpenAI Sam Altman telah menyatakan bahwa OpenAI tengah bekerja sama dengan beberapa perusahaan untuk menghadirkan perangkat keras konsumen berbasis AI ke pasaran. Akan tetapi, jadwal untuk produk-produk ini masih belum jelas, dengan prototipe yang diperkirakan akan memakan waktu beberapa tahun untuk dikembangkan.
Selain perangkat keras, aplikasi merek dagang tersebut menunjukkan rencana OpenAI untuk merambah bidang robotika, khususnya robot humanoid. Robot-robot ini dapat diprogram oleh pengguna dan dilengkapi dengan kemampuan komunikasi dan pembelajaran tingkat lanjut.
Untuk mendukung hal ini, OpenAI telah membentuk tim robotika baru yang dipimpin oleh Caitlin Kalinowski, yang sebelumnya bekerja di divisi kacamata AR Meta. Tim tersebut akan berfokus pada pembuatan robot yang didukung oleh sensor khusus dan AI untuk meniru kecerdasan dan perilaku manusia, demikian dilansir dari Gizmochina.
Kemudian, OpenAI juga tengah menjajaki pengembangan chip AI khusus untuk meningkatkan kinerja model AI-nya. Perusahaan ini bekerja sama dengan Broadcom dan TSMC, dengan rencana untuk meluncurkan chip tersebut pada tahun 2026.
Selain itu, OpenAI tengah mendalami komputasi kuantum, untuk memanfaatkan teknologi ini guna mengoptimalkan model AI di masa mendatang.
Meskipun pengajuan merek dagang tersebut mengungkap ambisi OpenAI dalam perangkat keras, robotika, chip AI, dan komputasi kuantum, masih belum jelas kapan inovasi ini akan hadir di pasaran. Fokus perusahaan adalah mengembangkan produk bertenaga AI, tetapi sebagian besar pengerjaannya masih dalam tahap awal. (*)