
Ilustrasi DeepSeek AI. (scmp..com)
JawaPos.com – Chatbot milik perusahaan rintisan AI asal Tiongkok, DeepSeek, disebut hanya mencapai akurasi 17 persen dalam menyampaikan berita dan informasi, menurut audit NewsGuard.
Angka ini menempatkannya di peringkat kesepuluh dari sebelas dalam perbandingan dengan ChatGPT milik OpenAI dan Google Gemini.
Chatbot tersebut bahkan mengulang klaim palsu sebanyak 30 persen dari waktu dan memberikan jawaban yang tidak jelas atau tidak berguna sebanyak 53 persen dari waktu, sebagai respons terhadap permintaan terkait berita yang mengakibatkan tingkat kegagalan sebesar 83 persen.
Angka tersebut lebih buruk daripada tingkat kegagalan rata-rata 62 persen untuk para pesaingnya di Barat, serta menimbulkan keraguan mengenai klaim DeepSeek mengenai teknologi AI mereka yang berkinerja setara atau lebih baik dari OpenAI dengan biaya yang jauh lebih murah.
Dalam auditnya, NewsGuard mengatakan bahwa mereka menerapkan 300 prompt yang sama pada DeepSeek, seperti yang juga digunakan untuk mengevaluasi mitra-mitra Barat mereka. Hal ini mencakup 30 prompt berdasarkan 10 klaim palsu yang tersebar secara daring.
Topik klaim tersebut mencakup pembunuhan eksekutif UnitedHealthcare Brian Thompson bulan lalu dan jatuhnya pesawat Azerbaijan Airlines dengan nomor penerbangan 8243.
Audit NewsGuard juga menunjukkan bahwa dalam tiga dari sepuluh pertanyaan, DeepSeek menegaskan kembali posisi pemerintah Tiongkok mengenai topik tersebut tanpa ditanya apa pun yang berkaitan dengan Tiongkok.
Mengenai pertanyaan yang berkaitan dengan kecelakaan Azerbaijan Airlines, pertanyaan yang tidak berkaitan dengan Tiongkok, DeepSeek menanggapinya dengan posisi Beijing mengenai topik tersebut.
"Pentingnya terobosan DeepSeek bukanlah dalam menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan berita Tiongkok secara akurat, tetapi dalam fakta bahwa ia dapat menjawab pertanyaan apa pun dengan biaya 1/30 dari model AI yang sebanding," kata analis D.A. Davidson, Gil Luria, seperti dikutip dari Reuters.
Dibanding model AI lainnya, DeepSeek termasuk paling rentan terhadap pengulangan klaim palsu saat menanggapi prompt yang digunakan oleh orang-orang untuk membuat dan menyebarkan klaim palsu.
Adapun dalam beberapa hari setelah peluncurannya, chatbot DeepSeek menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh di App Store milik Apple, yang menimbulkan kekhawatiran tentang keunggulan Amerika Serikat dalam AI.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
