Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 Juli 2024 | 18.22 WIB

Lagi Musim! Waspada Malware Kuras Rekening Tersembunyi di HP, Jangan Sampai Nasibnya Seperti PDNS Kominfo

Ilustrasi: Malware jahat Android. (Bleeping Computer). - Image

Ilustrasi: Malware jahat Android. (Bleeping Computer).

JawaPos.com - Semakin kesini, ancaman para hacker atau peretas semakin terasa bahkan kepada masyarakat biasa. Kenapa? Karena kehidupan kita sekarang sudah semakin digital, semuanya digantungkan pada satu perangkat genggam yang sekarang ini kita sebut sebagai smartphone atau ponsel pintar.

Semuanya ada di smartphone. Keperluan kehidupan sehari-hari, pekerjaan sampai perbankan, semuanya ya dipercaya untuk terkoneksi ke smartphone. Makanya, hacker saat ini juga mengincar masyarakat biasa yang lengah untuk kemudian menguras rekening bank mereka.
 
Hal ini diperkuat oleh berbagai temuan siber yang mengungkapkan bahwa penjahat dunia maya sekarang banyak mengintai publik yang lengah dan memiliki akun perbankan di smartphone mereka. Jadi, waspadalah, sebelum nasib Anda sama sialnya seperti Pusat Data Nasional Sementara atau PDNS Kominfo yang baru-baru ini bobol.
 
 
Tren tersebut mulai merebak di dunia Barat dan Eropa, dengan Badan Transportasi dan Komunikasi Finlandia (Traficom) memperingatkan tentang kampanye malware Android yang sedang berlangsung yang berupaya membobol rekening bank online.
 
Badan tersebut telah menyoroti beberapa kasus pesan SMS yang ditulis dalam bahasa lokal yang menginstruksikan penerima untuk menelepon suatu nomor. Penipu yang menjawab panggilan tersebut menginstruksikan korban untuk memasang aplikasi McAfee sebagai perlindungan.
 
Pesan tersebut diduga dikirim dari bank atau penyedia layanan pembayaran seperti populer setempat, dan mereka menggunakan teknologi spoofing agar tampak seolah-olah berasal dari operator telekomunikasi domestik atau jaringan lokal. Benar-benar penyamaran yang sempurna.
 
 
Namun, aplikasi McAfee palsu itu adalah malware yang memungkinkan pelaku ancaman untuk membobol rekening bank korban. "Menurut laporan yang diterima oleh Pusat Keamanan Siber, target didorong untuk mengunduh aplikasi McAfee," demikian bunyi pemberitahuan tersebut dilansir dari Bleeping Computer.
 
"Link unduhan menawarkan aplikasi .apk yang dihosting di luar toko aplikasi untuk perangkat Android. Namun, ini bukanlah perangkat lunak antivirus, melainkan malware yang akan diinstal di ponsel," lanjut pemberitahuan tersebut.
 
OP Financial Group, penyedia layanan keuangan utama di negara tersebut, juga telah mengeluarkan peringatan di situs webnya tentang pesan penipuan yang menyamar sebagai bank atau otoritas nasional.
 
 
Polisi juga menyoroti ancaman tersebut. Kepolisian setempat gencar memberitahukan warga dengan memperingatkan bahwa malware tersebut memungkinkan operatornya untuk masuk ke rekening bank korban dan mentransfer uang.
 
Traficom mengatakan kampanye tersebut secara eksklusif menargetkan perangkat Android, dan tidak ada rantai infeksi terpisah untuk pengguna Apple iPhone. Jadi, hati-hati bagi Anda pengguna Android.
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore