
Ilustrasi: kantor pusat Google, Mountain View, California, Amerika Serikat.
JawaPos.com - Google merilis sistem berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terkait pelecehan seksual. Perangkat gratis ini akan membantu organisasi dalam mendeteksi dan melaporkan gambar pelecehan seksual anak secara online.
Alat ini bergantung pada nueral netwrok computer atau jaringan saraf dalam untuk memproses gambar. Termasuk membantu ulasan dalam mengidentifikasi apakah sebuah konten mengandung pelecehan seksual anak.
Melansir laman Mirror, Rabu (5/9), alat ini dilepas Google dengan harapan mencegah gambar pelecehan seks anak muncul secara online. Hal tersebut tentu dapat mereduksi para ‘predator anak’ ataupun orang-orang yang berpotensi membahayakan anak agar tidak menularkan bahaya kepada pengguna internet lainnya.
Melalui blognya, Google Engineering Lead Nikola Todorovic dan Google Product Manager Abhi Chaudhuri menuliskan, Sistem ini merupakan langkah lanjutan dalam pertarungan kecerdasan buatan. Selain itu juga ikut memajukan teknologi Google dalam membantu penyedia layanan, LSM, dan perusahaan teknologi lainnya untuk meninjau konten dalam skala besar.
Google berharap melalui sistem berbasis AI tersebut, konten dapat teridentifikasi cepat. Sehingga anak-anak lebih cepat terlindungi dari pelecehan lebih lanjut.
"Dengan berbagi teknologi baru ini, identifikasi gambar dapat dipercepat. Pada gilirannya dapat menjadikan internet menjadi tempat yang lebih aman bagi para penyintas dan pengguna,” jelas CEO di Internet Watch Foundation Susie Hargreaves.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
