Stroke terjadi apabila pembuluh darah otak mengalami penyumbatan atau pecah sehingga sebagian otak tidak mendapatkan pasokan darah yang membawa oksigen yang diperlukan sehingga mengalami kematian sel/jaringan.
Stroke sendiri merupakan penyakit yang menyebabkan kematian kedua terbanyak di dunia berdasarkan data terakhir pada 2021 lalu. Selain itu, angka kematian akibat stroke mencapai 21,1% di Indonesia. Stroke juga menjadi penyebab utama kecacatan pada dewasa.
Selain itu, dikutip dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), prevalensi stroke di Indonesia tahun 2018 berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk umur ≥ 15 tahun sebesar (10,9%) atau diperkirakan sebanyak 2.120.362 orang.
Untuk itu, sejumlah strategi disusun pemerintah untuk menurunkan prevalensi stroke di Indonesia. Mulai dengan memperkuat upaya promotif preventif kesehatan masyarakat seperti mengkampanyekan konsumsi makanan bergizi seimbang, menjaga kadar gula dalam darah, rutin melakukan aktivitas fisik dan yang tak kalah penting adalah rutin cek kesehatan setidaknya 6 bulan sekali.
Beberapa tanda dan gejala yang muncul akibat serangan stroke adalah kelemahan pada wajah, tangan, atau kaki terutama pada sesisi bagian tubuh, gangguan bicara, rabun, sakit kepala, pusing, vertigo, dan kehilangan keseimbangan. Agar penanganan stroke dapat optimal, masyarakat perlu memahami bagaimana cara mengenali gejala stroke sejak dini.
Terkait penyakit stroke, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) bersama Alita Praya Mitra (Alita) berkolaborasi menghadirkan solusi deteksi dini penyakit stroke bernama Jiwa Raga Sehat Sejahtera atau Jagatara. Solusi ini diklaim memiliki kemampuan deteksi pintar, berupa sebuah platform yang menggabungkan teknologi dan analisa terhadap kesehatan masyarakat.
Dengan fokus pada deteksi dini stroke, solusi tersebut menjadi pilar penting dalam upaya pencegahan dini penyakit stroke terutama bagi penderita penyakit jantung, diabetes dan hipertensi. Melalui Jagatara, aksesibilitas kesehatan masyarakat bisa ditingkatkan secara signifikan.
Pengguna tidak hanya memiliki akses ke informasi kesehatan mereka sendiri, tetapi juga mendapatkan kemudahan akses ke layanan kesehatan yang lebih luas. Hal ini diharapkan bisa membantu mengurangi kesenjangan akses kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan, serta antara kelompok sosial ekonomi yang berbeda.
Peluncuran program ini dapat terwujud berkat partisipasi dan dukungan dari Kemenkes, Pemerintah Daerah, Mitra Penyedia Fasilitas Kesehatan dan lainnya.
Direktur Utama Alita Praya Mitra, Teguh Prasetya mengatakan, Jagatara membawa teknologi deteksi terkini dan solusi lengkap dalam genggaman penggunanya.
Melalui perangkat yang dapat memantau berbagai parameter kesehatan seperti riwayat penderita, tingkat resiko, tekanan darah, detak jantung, dan aktivitas fisik, Jagatara memberikan data yang akurat dan real-time. "Hal ini memungkinkan pengguna untuk mendapatkan peringatan dini atas potensi risiko stroke yang mereka alami,” ujarnya.
Teguh menambahkan, tidak hanya memberikan peringatan kepada pengguna, Jagatara juga memiliki kemampuan untuk terintegrasi dengan command center pemerintah daerah, kementerian, atau pusat layanan kesehatan. Integrasi ini memungkinkan penggunanya untuk mendapatkan bantuan dan saran langsung dari otoritas kesehatan terkait, serta mempercepat respons dalam situasi darurat atau keadaan yang memerlukan intervensi medis.
Sementara itu, Direktur RSUD Jati Padang, dr. Siti Ainun Dwiyanti mengatakan, pihaknya melihat pentingnya deteksi dini untuk mengurangi dampak buruk stroke. dr. Siti menyebut, Jagatara merupakan sebuah langkah inovatif dan solutif dalam upaya meningkatkan kualitas hidup pasien stroke dan individu rentan terhadap penyakit ini.
"Hal tersebut selaras dengan komitmen RSUD Jati Padang untuk terus meningkatkan dan memperkuat kualitas layanan kami bagi pasien," kata dr. Siti.
dr. Siti Ainun menambahkan, dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital dan upaya deteksi dini penyakit Stroke yang lebih baik, Jagatara diharapkan bisa memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat.
Canggihnya, solusi Jagatara diaplikasikan melalui perangkat berwujud seperti smartwatch yang dipakai di tangan pasien. Perangkat tersebut memiliki fitur-fitur pengukuran tekanan darah, detak jantung, kadar oksigen, langkah kaki dan jarak tempuh dengan menggunakan smart wearable device sebagai alat ukur yang disambungkan ke aplikasi Jagatara pada ponsel melalui Bluetooth.
Saat ini solusi Jagatara telah diproduksi sebanyak 450 unit untuk dapat dimanfaatkan oleh pasien dengan resiko stroke yang menggunakan layanan kesehatan di RSUD Jati Padang, Jakarta Selatan. Ke depan, solusi Jagatara ini juga akan diimplementasikan di beberapa kota di Indonesia.