Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Mei 2026 | 05.15 WIB

Gejala Hipertensi yang Perlu Diwaspadai, Sering Dianggap Enteng!

Ilustrasi komplikasi hipertensi snagat berbahaya karena bisa menyebabkan stroke, di ginjal menjadi gagal ginjal, dan di jantung menjadi serangan jantung atau penyakit jantung koroner. (Istimewa) - Image

Ilustrasi komplikasi hipertensi snagat berbahaya karena bisa menyebabkan stroke, di ginjal menjadi gagal ginjal, dan di jantung menjadi serangan jantung atau penyakit jantung koroner. (Istimewa)

JawaPos.com – Hipertensi kerap dianggap enteng karena banyak penderita merasa tubuhnya tetap sehat dan tak mengalami gejala khas meski tekanan darah sudah tinggi.

Padahal, kondisi ini dapat memicu komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, hingga gagal ginjal bila tidak terdeteksi sejak dini.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD-KAI mengatakan, gejala hipertensi sering tak diremehkan hingga membuatnya dikenal sebagai silent killer atau pembunuh dalam dia.

“Banyak pasien saya bilang, ‘Dok, saya merasa sehat-sehat saja, tidak ada keluhan.’ Padahal saat diukur, tensinya sudah 160 per 100,” ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (19/5).

Menurutnya, tubuh manusia memiliki kemampuan beradaptasi yang sangat baik sehingga tekanan darah tinggi yang berlangsung lama sering kali tidak disadari oleh penderitanya.

Gejala Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Meski sering tanpa gejala, dr. Sukamto mengingatkan ada sejumlah tanda yang perlu diperhatikan masyarakat. Salah satunya sakit kepala terutama di area tengkuk saat bangun pagi.

Selain itu, hipertensi juga dapat ditandai dengan pusing berputar, mimisan tanpa sebab jelas, jantung berdebar, mudah lelah meski tidak banyak aktivitas, pandangan kabur, hingga sesak napas saat melakukan aktivitas ringan seperti naik tangga.

“Bila ada keluhan seperti ini, segera periksakan tekanan darah,” katanya.

Jangan Abaikan Gejala Krisis Hipertensi

Di sisi lain, Ketua Satuan Tugas Imunisasi Dewasa dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) itu menegaskan ada kondisi darurat yang disebut krisis hipertensi dan membutuhkan penanganan segera di rumah sakit.

Gejalanya meliputi sakit kepala hebat yang muncul mendadak, nyeri dada, sesak napas berat, kelemahan pada separuh tubuh, bicara tiba-tiba pelo, hingga kejang.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore