
Calon pembeli memilih Jahe di Kebayoran Lama, Jakarta, Kamis (13/3/2020). Pasca pengumuman pasien positif terjangkit virus corona atau COVID-19 di Indonesia, pedagang mengaku berbagai jenis rempah seperti temulawak dan jahe mengalami kenaikan harga. Temul
JawaPos.com – Reputasi Indonesia sebagai negara penghasil rempah-rempah sudah dikenal dunia sejak berabad-abad silam. Para pedagang dari berbagai penjuru bumi bahkan rela berlomba-lomba mencari rempah-rempah seperti lada, pala, cengkeh, jinten, kayu manis, lengkuas, jahe, kunyit dan lain sebagainya di Tanah Air.
Seiring berkembangnya zaman, rempah-rempah tidak hanya dipakai untuk makanan saja. Berbagai macam produk seperti parfum, kosmetik, minyak aromaterapi, sampai obat herbal juga bisa dihasilkan dari rempah.
Sayangnya, daya saing rempah Indonesia di pasar global saat ini tergolong rendah. Ironisnya, posisi Indonesia kalah dengan negara-negara tetangga Malaysia, India, Thailand dan Vietnam yang relatif lebih baru dalam mengenal rempah.
Untuk mengembalikan lagi kejayaan Indonesia dalam perdagangan rempah, sejumlah pelaku usaha membentuk Asosiasi Rempah Nasional (Asrenal) pada bulan ini. Asrenal mewadahi para pelaku usaha baik petani, pelaku UMKM maupun pebisnis yang bergerak di sektor komoditas rempah dan turunannya di seluruh Indonesia
“Ini yang ingin kami bangkitkan kembali. Supaya masyarakat dunia, khususnya para buyer di luar negeri tahu bahwa rempah Indonesia tetap ada dan berkualitas,” ujar Ketua Umum Asosiasi Rempah Nasional Titi Jusup Maksudi dari keterangan resminya.
Titi mengatakan, sebetulnya masih banyak buyer dari luar negeri yang tertarik dengan komoditas rempah Indonesia. Namun mereka kesulitan untuk mengakses langsung pembelian rempah dari para pelaku usaha maupun petani.
Lebih lanjut, Titi sadar betul bahwa untuk bisa mengembalikan reputasi Indonesia di pasar rempah, dibutuhkan transformasi digital untuk bisa bersaing. Karenanya, pihaknya kemudian menggandeng PT Teknologi Cakra Internasional (TCI) untuk membentuk aplikasi semacam marketplace yang khusus untuk jual beli produk rempah dan turunannya.
“Dengan adanya aplikasi ini maka para petani, koperasi, maupun pelaku usaha komoditas rempah akan lebih dimudahkan menjual produk mereka secara langsung ke pembeli, baik di dalam negeri maupun luar negeri tanpa harus melalui tengkulak,” jelasnya.
Selain membantu dalam proses pemasaran melalui aplikasi digital, Asrenal juga akan melakukan pendampingan dan bimbingan kepada para pelaku usaha yang menjadi anggotanya untuk menghasilkan produk rempah berkualitas, termasuk membuat packaging yang menarik, hingga mengatur keuangan dalam berbisnis.
Produk yang akan diperjualbelikan di aplikasi tersebut terlebih dahulu akan melewati proses kurasi. Artinya hanya produk berkualitas dengan packaging menarik saja yang bisa di-upload sehingga di sinilah tugas asosiasi dalam melakukan pendampingan.
“Dengan kita memperbaiki dari hulunya maka ini akan dapat mendorong kualitas dan daya saing rempah nasional yang pada akhirnya dapat mengembalikan kejayaan rempah Indonesia sekaligus memperbaiki ekonomi para petani dan pelaku usaha rempah-rempah dan membawanya go international,” terangnya.
Titi mengatakan bahwa pihaknya juga akan menggelar pameran rempah yang akan diselenggarakan di parkir Senayan City pada 19 hingga 21 Desember 2022 dalam rangka memperingati Hari Rempah Nasional.
“Para peserta pameran bukan hanya mereka yang menjual bumbu rempah saja tapi juga produk turunanya seperti kosmetik, sabun, skincare, minyak wangi, essential oil yang menggunakan bahan dari rempah-rempah,” jelas Titi.
Sementara itu, Owner PT TCI Maya Miranda Ambarsari menyambut positif pembentukan Asrenal. Apalagi dia menilai rempah Indonesia sebagai harta karun berharga dan warisan leluhur yang harus dilestarikan.
“Dengan adanya asosiasi ini maka memberi kesempatan kepada kita semua bahwa sudah ada satu wadah sebagai payung yang tidak hanya mengakomodir produk-produk rempah Indonesia tetapi juga membantu para petani dan pelaku usaha melalui pemanfaatan teknologi digital sehingga dapat memperluas pangsa pasar baik di dalam maupun luar negeri,” ucap Maya yang juga pendiri sekaligus Ketua Dewan Pengawas Asrenal ini.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
