
Suasana Masjid Ampel Surabaya. Ahmad Khusaini/JawaPos
JawaPos.com–Sunan Ampel memiliki peran besar dalam membangun Kota Surabaya. Sosok yang juga dikenal dengan nama Raden Rahmat itu dikabarkan datang bersama ribuan warga dari luar Surabaya. Kedatangannya itu karena hadiah sebidang tanah di wilayah kota lama Surabaya, di kawasan Ampel dan Jembatan Merah Surabaya.
Pegiat sejarah dan kebudayaan Muhammad Khotib menjelaskan, Raden Rahmat berjalan ke Pare, lewat Kembang Kuning lalu membangun masjid. Kemudian berjalan ke Peneleh membangun masjid lalu ke Ampel membangun pemukiman dan Masjid Ampel.
Hal itu didapatkan berdasar hasil observasi yang dia lakukan dan beberapa referensi koran Belanda. Referensi itu didapatkannya dari perpustakaan di Belanda.
”Dari sumber itu, Raden Rahmat bisa dikatakan sebagai salah tokoh yang berperan penting dalam cikal bakal adanya Kota Surabaya,” tutur Khatib pada Senin (31/5).
Perjalanan Raden Rahmat itu ditulis koran Soerabaijsche-Handelsblad pada 1906. Dalam koran itu, dijelaskan bahwa sekitar tahun 1.400 Masehi, Angka Widjaya, penguasa Majapahit memberi hadiah tanah Ampel kepada Raden Rahmat.
”Kemudian Raden Rahmad membawa lebih dari 1.000 keluarga dan membangun pemukiman di kawasan tanah Ampel yang merupakan cikal bakal Surabaya,” jelas Khatib.
Dalam koran terbitan Belanda, De Indische Courant pada 1926, terdapat pengakuan dari seorang turis yang sedang berwisata di kawasan Ampel. Dia mengaku Raden Rahmat merupakan pendiri Kota Surabaya.
Hal yang sama diungkapkan di koran De Sumatra Post pada 1926. Tertulis bahwa di bawah naungan Bupati Surabaya Tjokronegoro IV pada 1868 dilakukan penataan pemakaman Jawa di sebelah utara Masjid Ampel, yaitu Raden Rahmat dimakamkan.
”Kampung Ampel yang disebut sebagai asal Kota Suranaya kemudian menjadi lebih lebih luas lagi,” terang Khatib.
Kemudian, di buku History of Java karya Gubernur Raffles juga dijelaskan bahwa Raden Rahmat hijrah dari Majapahit ke kawasan Ampel membawa 1.000 keluarga. Di buku Atlas Wali Songo karya Agus Sunyoto juga menjelaskan bahwa Raden Rahmad adalah bupati Surabaya.
”Saya abaikan jumlahnya (keluarga yang dibawa Raden Rahmad ke Kawasan Ampel). Mau 800 atau 3.000 itu komunitas yang besar,” kata Khatib.
Dengan jumlah pendatang yang besar itu, terbentuklah pemukiman yang cukup besar pula. ”Ketika beliau (Raden Rahmat) sampai ke Ampel membangun pemukiman dan membangun pesantren,” ujar Khatib.
Adanya pemukiman tua di Ampel itu juga telah dibuktikan dengan penemuan aksara Jawa kuno di gapuran Ampel berusia 1.400-an sampai 1.500-an. Tahun tersebut adalah tahun di mana Raden Rahmat tinggal di Ampel.
”Berdasar hasil observasi dan referensi yang saya lakukan bisa dikatakan bahwa Ampel adalah cikal bakal Kota Surabaya dan Raden Rahmat adalah bupati pertama Kota Surabaya,” kata Khatib.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
