Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Maret 2026, 20.24 WIB

Tradisi Ramadhan di Masjid Sunan Ampel Surabaya, Dari Ziarah hingga Kuliner Timur Tengah

Suasana ramai di Wisata Religi Makam Sunan Ampel, menjelang bulan Ramdhan, Kamis malam (27/2). (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Suasana ramai di Wisata Religi Makam Sunan Ampel, menjelang bulan Ramdhan, Kamis malam (27/2). (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Bagi banyak umat Muslim, Ramadhan tidak hanya identik dengan ibadah puasa, tetapi juga tradisi keagamaan yang berlangsung turun-temurun. Salah satu tempat yang selalu ramai saat bulan suci adalah Masjid Sunan Ampel.

Masjid yang menjadi salah satu pusat wisata religi di Surabaya ini selalu dipadati jamaah setiap Ramadhan. Ribuan orang datang untuk beribadah, berziarah, hingga menikmati suasana khas Ramadhan di kawasan Ampel.

Keberadaan makam Sunan Ampel yang berada di kompleks masjid menjadikan kawasan ini sebagai salah satu tujuan utama ziarah religi di Jawa Timur.

Pawai Pegengan Menjelang Ramadhan

Salah satu tradisi unik di kawasan Ampel adalah Pawai Pegengan. Tradisi ini biasanya digelar sekitar tujuh hari sebelum Ramadhan.

Dalam tradisi tersebut, masyarakat mengadakan pawai sholawat sambil membawa berbagai makanan tradisional. Salah satu yang paling khas adalah kue apem yang kemudian dibagikan atau ditukar sebagai simbol kebersamaan.

Tradisi ini menjadi cara masyarakat setempat menyambut datangnya bulan suci dengan penuh kegembiraan.

Ramainya Ziarah Makam Sunan Ampel

Selama Ramadhan, jumlah peziarah di kawasan Ampel meningkat drastis. Banyak jamaah dari berbagai daerah datang untuk berziarah ke makam Sunan Ampel.

Kunjungan biasanya meningkat menjelang awal Ramadhan dan pada malam ke-17 yang bertepatan dengan peringatan Nuzulul Qur’an.

Para peziarah biasanya memanjatkan doa sekaligus mengenang jasa Sunan Ampel sebagai tokoh penting dalam penyebaran Islam di Jawa.

Ngabuburit dan Kuliner Timur Tengah

Selain ziarah, kawasan sekitar Masjid Sunan Ampel juga terkenal dengan wisata kulinernya.

Menjelang waktu berbuka puasa, kawasan ini berubah menjadi pusat ngabuburit yang ramai. Deretan pedagang menjual berbagai makanan khas Timur Tengah seperti kurma, kebab, hingga roti maryam.

Keberadaan kuliner tersebut tidak lepas dari sejarah kawasan Ampel yang sejak dulu menjadi tempat tinggal komunitas keturunan Arab di Surabaya.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore