
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Dok. JawaPos
JawaPos.com–Sejak Jumat (27/11), beredar pesan di WhatsApp berupa instruksi dari Irvan Widyanto, kepala Bakesbangpol Surabaya untuk memasang baliho bertuliskan bela Risma. Instruksi tersebut ditujukan kepada camat dan lurah. Pemasangan baliho itu dilakukan sebagai bentuk pembelaan terhadap Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Sebelumnya, beredar video viral berisi yel-yel dengan lagu Menanam Jagung dengan bagian refrain yang diubah menjadi hancurkan Risma. Dalam video tersebut, terdapat beberapa orang mengenakan atribut Banteng Ketaton. Kelompok tersebut merupakan pendukung salah satu pasangan calon wali kota. Mereka merupakan pecahan PDIP yang berbalik arah.
Terkait hal tersebut, Irvan mengatakan, instruksi itu murni atas pembelaannya kepada Risma. ”Murni untuk Ibu,” ujar Irvan ketika dihubungi pada Sabtu (28/11).
Dia menegaskan, apa yang dilakukannya itu murni tidak ada kaitannya dengan politik atau Pilwali Surabaya. ”Ini murni saya pribadi. Secara kedinasan, saya adalah anak buah Ibu Wali Kota. Jadi saya juga menangkap keresahan teman-teman semua. Artinya sama perasaannya,” ucap Irvan.
Menurut dia, ungkapan hancurkan Risma secara tidak langsung menyakiti warga. Sebab, Risma adalah pimpinan Surabaya. Dia bersama rekan-rekan di lingkungan Pemkot Surabaya merasakan hal yang sama.
”Karena bagaimanapun juga kami ini dibangun sebagai tim oleh Ibu Wali Kota, kami dibangun tim yang dinakhodai Ibu Wali Kota. Ketika Ibu Wali Kota kita kemudian dikata-katain hancur, itu sama saja dengan menghancurkan kami,” ungkap Irvan.
Karena hujatan tersebut, Irvan merasa tidak terima. Dia ingin membela Risma. Berangkat dari keresahan itu, dia membuat instruksi tersebut. ”Itu yang membuat kami merasa resah ketika Ibu seolah-olah mau dihancurkan seperti itu. Jujur saya tidak bisa berdiam diri,” tegas Irvan.
Kendati demikian, lanjut Irvan, apa yang dilakukan justru ditentang Risma. Ketika mendengar kabar itu, Risma langsung menelepon dan melarangnya. Irvan juga mengaku Risma menegur dan memarahinya.
”Ketika ibu mendengarkan kabar ini, Jumat (27/11) sore, Bu Risma langsung menelepon dan memarahi saya. Jadi saya dimarahi untuk menghentikan yang saya lakukan,” tutur Irvan.
Irvan merasa wajib menaati larangan dari Risma itu.
Irvan mengaku telah melarang memasang baliho Bela Bu Risma. Apabila masih saja ada yang pasang baliho, itu merupakan inisiatif warga.
”Kalau ada warga spontan sudah memasang baliho Bela Bu Risma itu adalah hak mereka. Mungkin warga itu memiliki rasa kecintaan kepada ibu wali kota,” kata Irvan.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=a9sWKeARhK8

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
