
Para pedagang di selter kuliner Manahan turn omzet selama PPKM. (M IHSAN/RADAR SOLO)
JawaPos.com – Masa uji coba pembukaan mal dan pusat perbelanjaan membawa angin segar bagi pengelola dan pedagang di ITC Mega Grosir. Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 menangguk kenaikan jumlah pengunjung dalam sepekan terakhir. Meski tak banyak, kenaikan itu menunjukkan gairah perdagangan di pusat perbelanjaan tersebut.
Pada beberapa hari awal uji coba, memang belum seluruh pedagang atau pemilik tenant memutuskan kembali membuka tempat usahanya. Bahkan tak sampai separo. Hal itu berpengaruh secara langsung terhadap kunjungan di lokasi perbelanjaan.
Marketing Communication ITC Surabaya Iqbal Saputra mengatakan, seiring berjalannya waktu yang hampir dua pekan, jumlah pengunjung terus meningkat. Dia menunjukkan data kenaikan hingga 25 persen. Kenaikan paling terasa pada stan pelaku usaha elektronik. Misalnya, handphone dan komputer beserta aksesorinya.
’’Pada awal-awal buka, pengunjung yang datang sekitar 10 ribu–20 ribu orang saja. Sekarang terus naik,’’ katanya.
Iqbal tak menampik bahwa masih ada masalah bagi pengunjung yang ingin masuk ke ITC. Masih terkait dengan sertifikat vaksinasi. Tapi, dia menegaskan, bukan karena pengunjung belum divaksin. Tapi, lebih banyak karena pengunjung belum mengunduh aplikasi PeduliLindungi pada smartphone. Dengan begitu, mereka tidak bisa memverifikasi barcode sertifikat vaksinasi.
’’Walaupun terlihat simpel, untuk kalangan orang tua cukup menyulitkan download aplikasi itu (PeduliLindungi). Mereka datang hanya membawa sertifikat vaksinasi dalam bentuk cetak,’’ ujarnya.
Pada PPKM level 3, seluruh toko yang berjumlah 5.000 unit telah buka. Termasuk stan makanan dan minuman di food court. Saat ini mereka sudah bisa melayani makan di tempat. Hanya, setiap pembeli hanya diperbolehkan makan selama 30 menit. Selain itu, ada pembatasan area. Yaitu, satu meja maksimal diisi dua orang.
Mengantisipasi supaya tidak menjadi klaster Covid-19, pengawasan prokes terus digencarkan. Selama mal kembali beroperasi, vaksinasi massal telah digelar sebanyak tiga kali. Pada kegiatan pertama dan kedua, vaksinasi diperuntukkan pegawai dan pemilik toko di ITC. Kemarin (26/8) vaksinasi digelar untuk masyarakat yang tinggal di seputaran ITC dengan kuota 100 orang.
Sementara itu, angin segar juga dirasakan pelaku bisnis food and beverage (F&B) di mal. Sebab, omzet penjualan mulai naik. Tak hanya itu, jumlah pengunjung di pusat perbelanjaan juga ikut naik. Hal tersebut terjadi setelah adanya kelonggaran aturan PPKM. Khususnya diperbolehkannya makan di lokasi.
Sejak kelonggaran PPKM level 3 diberlakukan pada Selasa kemarin (24/8), omzet tenant F&B di Mal Grand City naik hingga 50 persen. Hal itu juga terlihat dari adanya jumlah pengunjung mal yang masuk ke stan F&B. ’’Omzet ini diambil keseluruhan transaksi, temasuk dari online,’’ kata Assistant Marcomm Manager Grand City Mall Yuvit Ikhwanul Shafa.
Selain itu, aturan dine in di tempat membawa dampak positif terhadap jumlah pengunjung mal. Yuvit menyatakan, ada kenaikan sekitar 30 persen. ’’Jika sebelumnya saat PPKM pengunjung kurang dari seribu orang per hari, kini bertambah menjadi 1.500 orang setiap hari,’’ paparnya.
Meski begitu, aturan ketat diberlakukan di mal. Sebagaimana kapasitas tenant F&B hanya 25 persen. Selain itu, kursi dan meja harus di-set hanya dua orang. Waktu makan juga tidak lebih dari 30 menit setelah menu ready on plate. ’’Pengawasan tetap kami lakukan dari pihak pengamanan,’’ terangnya.
Pihaknya juga menyediakan tempat bagi runner. Tugasnya adalah perantara driver ojol yang tidak bisa masuk lantaran kurangnya syarat di aplikasi PeduliLindungi. Misalnya, belum divaksin. Nah, runner itulah yang memesankan makanan, membantu orderan dari ojol tersebut.
Yuvit menambahkan, tren positif itu berpengaruh pada bertambahnya tenant makanan atau minuman yang buka. ’’Hingga kemarin, setidaknya sudah 90 persen tenant F&B yang mulai buka,’’ lanjutnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Sadisnya Dwi Bagus Mutilasi Istri Siri dan Anak di Madiun, Jasad Dibakar dan Digiling
Bill Gates Puji AI Meta Milik Zuckerberg, Muse Dinilai Mampu Mengubah Cara Orang Bekerja
4 Keunggulan Introvert yang Kini Justru Diinginkan oleh Banyak Orang Pada Era Modern
Prediksi Skor Persib Bandung vs Melbourne Victory: Maung Bandung Menang di Si Jalak Harupat
Fariz Julinar Angkat Bicara Usai PSIS Semarang Raih Hasil Kurang Memuaskan Sepanjang Oktober
Prediksi Skor Parma vs Udinese: I Gialloblù Bidik Kemenangan demi Keluar Zona Degradasi
Prediksi Skor Daejeon Citizen vs Vissel Kobe di ACL Elite: Siapa yang Mampu Meraih Kemenangan
Fakta Sebenarnya A Day In My Life Kakak vs Adik yang Ramai di Media Sosial
Setelah Inggris, Jepang Minta Warga Siapkan Stok Kebutuhan Darurat hingga 7 Hari
Prediksi Skor Torino vs Como di Liga Italia: I Lariani Curi Kemenangan Tandang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022