Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Oktober 2026 | 06.03 WIB

Bill Gates Puji AI Meta Milik Zuckerberg, Muse Dinilai Mampu Mengubah Cara Orang Bekerja

Bill Gates dan Alexandr Wang, Kepala AI Meta, yang mendapat pujian Gates atas pengembangan agen AI personal Muse / Foto: (Times of India) - Image

Bill Gates dan Alexandr Wang, Kepala AI Meta, yang mendapat pujian Gates atas pengembangan agen AI personal Muse / Foto: (Times of India)

JawaPos.com — Pendiri Microsoft Bill Gates melontarkan pujian langka kepada Meta, perusahaan milik Mark Zuckerberg, dengan menyebut Muse sebagai produk kecerdasan buatan (AI) konsumen pertama yang benar-benar hebat. Penilaian itu menandai persaingan baru industri teknologi untuk menghadirkan AI yang tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga menyelesaikan pekerjaan pengguna secara mandiri.

Gates bahkan mengaku telah menghubungi Alexandr Wang, kepala AI Meta, untuk menyampaikan selamat atas pengembangan Muse. Dukungan tersebut menarik perhatian karena Gates juga memperingatkan bahwa kemajuan AI membawa risiko besar bagi keamanan dan masa depan pekerjaan manusia.

Dilansir dari The Times of India, Selasa (27/10/2026), Gates menyampaikan pandangannya dalam wawancara dengan pemimpin redaksi The Verge, Nilay Patel, melalui podcast Decoder. “Muse merupakan kemajuan yang sangat baik. Saya berbicara dengan Alexandr Wang tentang produk itu dan mengucapkan selamat kepadanya. Meskipun akan menghadapi berbagai tantangan, agen AI personal akan membantu orang menyelesaikan pekerjaan,” kata Gates.

Berbeda dari chatbot konvensional yang terutama merespons perintah melalui percakapan, Muse dirancang untuk menjalankan tugas nyata. Meta memperkenalkannya pada 8 September dengan dukungan model Muse Spark. Agen AI ini dapat memesan perjalanan, mengisi formulir, berbelanja, hingga mengelola surat elektronik atas nama pengguna, baik melalui aplikasi tersendiri maupun WhatsApp.

Gates menilai kemampuan menyelesaikan pekerjaan menjadi pembeda utama Muse di tengah keraguan masyarakat terhadap AI. Pengalaman menggunakan model gratis yang kurang andal, ringkasan pencarian otomatis yang keliru, serta chatbot yang menghasilkan informasi palsu turut membentuk persepsi negatif. “Muse benar-benar melakukan sesuatu dan merupakan produk konsumen yang bagus,” ujarnya.

Meta juga mulai menunjukkan daya tarik produknya kepada pasar. Dalam konferensi laporan keuangan kuartal III, Zuckerberg mengatakan lebih dari 10 juta orang telah mencoba Muse, dengan sekitar seperempat pengguna kembali mengaksesnya setiap hari. Belanja menjadi tugas yang paling sering dilakukan. Namun, layanan ini masih tersedia di Amerika Serikat dan Kanada, sehingga jangkauan penggunanya belum mencakup pasar global.

Di balik penerimaan tersebut, terdapat persoalan mendasar mengenai keamanan. Setiap agen Muse beroperasi melalui komputer awan khusus, sementara agen pengawas bernama Sentinel harus menyetujui tindakan yang dikirimkan ke internet. Meski demikian, sistem pengamanan belum sepenuhnya mencegah kesalahan. Dalam satu insiden, Muse membagikan alamat pengguna kepada penjual di Facebook Marketplace tanpa izin.

Karena itu, pujian Gates tidak berarti dirinya mendukung semua pendekatan pengembangan AI. Dalam wawancara yang sama, dia menyebut AI sebagai “senjata paling berbahaya sepanjang masa” dan memperingatkan bahwa masyarakat perlu bersiap menghadapi sekitar dua dekade perubahan besar. Menurutnya, manfaat teknologi harus diimbangi pengawasan terhadap risiko serangan siber, ancaman biologis, dan gangguan terhadap pasar kerja.

Gates secara khusus menyoroti model open-weight, yakni model AI yang bobotnya dapat diakses dan dimodifikasi pihak lain. Dia menilai model berkemampuan tinggi tidak boleh dijalankan pada platform yang memungkinkan pengamanan dihapus begitu saja. Kekhawatiran itu mencuat setelah Meta merilis Muse Spark Open, model dengan 816 miliar parameter yang dirancang untuk pemrograman dan pekerjaan berbasis agen. Wang menyebutnya sebagai model open-weight paling mumpuni dari perusahaan Amerika Serikat, sementara Meta menyatakan telah menanamkan pengamanan yang kuat.

Bagi Gates, agen AI personal merupakan perkembangan yang sulit dihindari, meskipun persoalan teknis dan privasi masih harus diselesaikan. Sikap itu memperlihatkan tantangan yang dihadapi Zuckerberg dan para pemimpin teknologi lainnya: memenangkan persaingan produk sekaligus membuktikan bahwa AI yang diberi kewenangan bertindak atas nama manusia dapat dipercaya. Keberhasilan Muse pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh jumlah pengguna, tetapi juga oleh kemampuannya menjalankan tugas tanpa mengorbankan keamanan dan kendali pemiliknya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore