Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Juli 2021 | 20.08 WIB

Pemkot Surabaya Realokasi Lagi Rp 300 Miliar untuk Penanganan Covid-19

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Pemkot Surabaya menyesuaikan postur anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) pada masa pandemi. Sebab, banyak pendapatan daerah dari berbagai sektor yang tergerus imbas kebijakan untuk mengatasi pandemi Covid-19. Mulai sektor parkir hingga pajak hiburan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menuturkan, pemkot telah menghitung dampak pandemi korona. Proyeksi APBD berkurang. Semula pemkot menetapkan belanja daerah mencapai Rp 9,8 triliun. ’’Berkurang Rp 1,5 T,’’ jelasnya.

Penurunan itu disebabkan penerimaan di sejumlah sektor berkurang. Contohnya, BPHTB, pajak restoran, serta pajak hiburan. Selama virus korona, pertunjukan serta sepak bola memang tidak bisa dihelat.

Penurunan pendapatan pemkot itu bakal berdampak pada sejumlah perencanaan. Salah satunya penanganan Covid-19. Berkali-kali pemkot melakukan refocusing untuk mencukupi kebutuhan pandemi.

Sekda Pemkot Surabaya Hendro Gunawan mengatakan, refocusing anggaran memang telah berjalan. Dana pembangunan dialihkan ke penanganan Covid. Contohnya di bidang infrastruktur, sekitar Rp 300 miliar digunakan dalam melawan korona. ’’Namun, belum mencukupi,’’ jelasnya.

Salah satu solusinya adalah menghimpun dana dari donatur. Pemkot mengajak warga ikut serta membantu lewat program Surabaya Peduli. ’’Kami ajak warga berpartisipasi membantu pemkot,’’ paparnya.

Salah satu sektor yang tergerus adalah parkir. Dari data dinas perhubungan (dishub), jumlah penerimaan retribusi parkir sebelum pandemi selalu mencapai target. Pada 2019, persentasenya 100 persen. Selang satu tahun, jumlahnya berkurang menjadi 30 persen. Nah, tahun ini diprediksi kembali anjlok. Pemasukan hanya 50 persen.

Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahyudrajad mengakui, pendapatan sektor parkir memang berkurang. Pandemi virus korona menjadi penyebab utama. ’’Banyak titik parkir yang kosong,’’ jelasnya.

Misalnya, tempat wisata. Selama PPKM, tempat wisata tutup. Contoh lain adalah perkantoran. Alhasil, dishub tidak memperoleh pendapatan.

Irvan menyatakan, sebelum pandemi, jumlah titik parkir yang dikelola dishub terbilang besar. Totalnya 1.400 titik parkir. Selepas virus korona, titik parkir yang masih beroperasi berkisar 400 titik. 

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore