
Photo
JawaPos.com – Pemkot Surabaya menyesuaikan postur anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) pada masa pandemi. Sebab, banyak pendapatan daerah dari berbagai sektor yang tergerus imbas kebijakan untuk mengatasi pandemi Covid-19. Mulai sektor parkir hingga pajak hiburan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menuturkan, pemkot telah menghitung dampak pandemi korona. Proyeksi APBD berkurang. Semula pemkot menetapkan belanja daerah mencapai Rp 9,8 triliun. ’’Berkurang Rp 1,5 T,’’ jelasnya.
Penurunan itu disebabkan penerimaan di sejumlah sektor berkurang. Contohnya, BPHTB, pajak restoran, serta pajak hiburan. Selama virus korona, pertunjukan serta sepak bola memang tidak bisa dihelat.
Penurunan pendapatan pemkot itu bakal berdampak pada sejumlah perencanaan. Salah satunya penanganan Covid-19. Berkali-kali pemkot melakukan refocusing untuk mencukupi kebutuhan pandemi.
Sekda Pemkot Surabaya Hendro Gunawan mengatakan, refocusing anggaran memang telah berjalan. Dana pembangunan dialihkan ke penanganan Covid. Contohnya di bidang infrastruktur, sekitar Rp 300 miliar digunakan dalam melawan korona. ’’Namun, belum mencukupi,’’ jelasnya.
Salah satu solusinya adalah menghimpun dana dari donatur. Pemkot mengajak warga ikut serta membantu lewat program Surabaya Peduli. ’’Kami ajak warga berpartisipasi membantu pemkot,’’ paparnya.
Salah satu sektor yang tergerus adalah parkir. Dari data dinas perhubungan (dishub), jumlah penerimaan retribusi parkir sebelum pandemi selalu mencapai target. Pada 2019, persentasenya 100 persen. Selang satu tahun, jumlahnya berkurang menjadi 30 persen. Nah, tahun ini diprediksi kembali anjlok. Pemasukan hanya 50 persen.
Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahyudrajad mengakui, pendapatan sektor parkir memang berkurang. Pandemi virus korona menjadi penyebab utama. ’’Banyak titik parkir yang kosong,’’ jelasnya.
Misalnya, tempat wisata. Selama PPKM, tempat wisata tutup. Contoh lain adalah perkantoran. Alhasil, dishub tidak memperoleh pendapatan.
Irvan menyatakan, sebelum pandemi, jumlah titik parkir yang dikelola dishub terbilang besar. Totalnya 1.400 titik parkir. Selepas virus korona, titik parkir yang masih beroperasi berkisar 400 titik.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
