
Photo
JawaPos.com – Beberapa pedagang Pusat Grosir Surabaya (PGS) tampak tergesa-gesa saat mengemasi barang di lantai dasar Rabu (21/7). Para pedagang itu tengah mengambil barang dan membersihkan lapak mereka. Maklum, selama hampir dua pekan lapak tersebut hanya dikunjungi dua kali.
”Bersih-bersih saja. Sama ada yang pesan, makanya kami ambil,” kata pemilik lapak toko elektronik itu. Perempuan yang tak mau menyebutkan namanya tersebut mengaku beruntung karena pihak PGS memfasilitasi aktivitas pedagang yang hendak mengambil barang untuk dijual lagi.
PGS menjadi salah satu pusat perbelanjaan yang tutup selama PPKM darurat sejak 3 Juli lalu dan berlanjut hingga 25 Juli. Bagi sebagian pedagang, PPKM yang diperpanjang itu menambah situasi semakin pilu. Sebab, tidak sedikit di antara pedagang yang merumahkan karyawan sementara. Jumlahnya rata-rata mencapai 50 persen.
Menurut Nicky, salah seorang pedagang PGS, hal itu mau tak mau menjadi solusi yang diambil sebagian pedagang. ”Ada yang hanya mengurangi gaji. Ada juga yang ngopeni kebutuhan sehari-hari karyawan sampai saat ini,” ungkapnya. Meski demikian, pihaknya tetap mematuhi aturan tersebut sebagai upaya untuk menekan persebaran dan penularan Covid-19.
Dia berharap perpanjangan PPKM level 4 itu tak lebih dari 25 Juli. Serta, aktivitas penjualan dan distribusi barang dapat kembali normal setelahnya. Sebab, selama dua pekan terakhir, omzet pedagang turun drastis. Kerugian per hari pun besar. ”Buka dengan pembatasan pun tak masalah. Soalnya aktivitas di PGS seperti efek domino, satu tidak beroperasi, yang lainnya ikut kolaps,” tuturnya.
Manajer Operasional PGS Agung Santoso mengatakan, tak ada pilihan selain mematuhi aturan dan tetap survive. Dia cukup menyayangkan perpanjangan PPKM itu karena aktivitas PGS sudah mengalami pembatasan operasional. Yakni, beroperasi tak lebih dari pukul 16.00. PGS juga telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Pengelola bersedia jika harus melakukan pembatasan yang lebih ketat daripada biasanya. Termasuk menyeleksi pengunjung agar meminimalkan interaksi di dalam ruangan serta mengurangi akses masuk yang awalnya empat menjadi dua pintu saja. ”Atau jam semakin dibatasi. Itu tidak masalah, asalkan ekonomi ini terus berputar,” jelasnya.
Menurut dia, perpanjangan PPKM sepatutnya dibarengi dengan kompensasi. Tak hanya bantuan sosial kepada perorangan, tapi juga institusi usaha. Misalnya, memberikan kompensasi pajak dan pembayaran listrik sementara waktu. Hal itu cukup membantu para pengusaha dan pedagang. ”Semoga saja ada bantuan agar para pedagang ini juga terbantu,” harapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022