
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Menteng, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Wakil rakyat memaklumi terjadinya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi untuk RON 92, Pertamax dan Pertamax Green. Namun demikian, Anggota Komisi XII DPR Eddy Soeparno berharap kenaikan itu tidak berdampak ke dunia usaha.
Menurut Eddy, kenaikan harga BBM nonsubsidi saat ini merupakan bentuk penyesuaian atas harga minyak mentah yang selama beberapa bulan terakhir bertahan di kisaran USD 80-100 per barel. Harga itu bisa lebih tinggi karena adanya ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan. Kondisi itu diproyeksikan bergerak naik lagi. Apalagi Iran resmi menutup total Selat Hormuz untuk semua aktivitas pelayaran.
“Berhubung jenis BBM Pertamax bukan merupakan bagian dari JBT (Jenis BBM Tertentu) atau JBKP (Jenis BBM Khusus Penugasan), tentunya tidak mendapatkan subsidi pemerintah sehingga harganya akan naik-turun sesuai harga minyak mentah dunia,” kata Eddy ketika dihubungi media melalui sambungan telepon pada Kamis (11/6).
Untuk diketahui, Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan harga dari sebelumnya Rp 12.300 menjadi Rp 16.250. Begitu juga dengan Pertamax Green (RON 95) berubah dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000.
Eddy memahami bahwa kenaikan Pertamax akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat dan beban operasional pelaku usaha. Akan tetapi, dampak tersebut sudah lebih dulu dirasakan masyarakat dan pelaku usaha ketika BBM nonsubsidi lainnya lebih dahulu mengalami kenaikan harga, seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite.
Eddy meyakini kenaikan biaya operasional tidak akan berpengaruh signifikan terhadap harga jual produk akhir.
“Harapan dunia usaha agar pemerintah dapat memberikan dukungan atau insentif di bidang lainnya, baik insentif fiskal maupun nonfiskal, dengan tujuan agar operasional dan kinerja dunia usaha tetap terjaga,” kata Wakil Ketua MPR tersebut.
Dia berharap tidak terjadi migrasi besar-besaran konsumen Pertamax ke BBM bersubsidi Pertalite. Apalagi pemerintah telah mengatur dengan ketat tata cara pembelian BBM jenis Pertalite bagi kalangan atau konsumen tertentu.
Seperti diketahui, penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green diputuskan setelah dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator dan dilakukan sesuai mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
