
OXFORD UNIVERSITY/BBC
JawaPos.com - Proses vaksinasi Covid-19 gelombang pertama untuk tenaga kesehatan (nakes) memang tak semulus jalan tol. Beberapa kendala dan problem terjadi di lapangan. Terutama yang saat ini dirasakan hampir seluruh fasilitas layanan kesehatan yang menyelenggarakan pelaksanaan vaksinasi. Yakni, persoalan jaringan.
Kepala Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Darmo dr Devina mengungapkan, kendala tersebut terjadi pada saat awal-awal vaksinasi pekan lalu. Kendala jaringan membuat NIK nakes sebagai calon penerima vaksin tidak terbaca sistem. ”Saat petugas melakukan entry NIK nakes, datanya tidak ditemukan,” ungkapnya kepada Jawa Pos, Kamis (21/1).
Hal tersebut terjadi saat nakes selaku calon pasien vaksinasi melakukan registrasi offline untuk menyinkronkan data di meja 1. Data yang tidak ditemukan sistem itu pun mau tidak mau membuat nakes yang bersangkutan gagal divaksin pada hari itu. ”Prinsipnya, begitu di meja 1 sudah bermasalah, semua pelayanan ikut bermasalah dan tidak bisa dilanjutkan,” paparnya.
Devina mengutarakan, itu merupakan kesepakatan dengan pihak Dinas Kesehatan Surabaya. Yang memberikan arahan untuk tidak melayani nakes yang datanya gagal diinput ke sistem. Meskipun, mereka sudah memiliki e-ticket atau semacam bukti registrasi online mandiri. ”Mungkin tujuannya baik. Untuk mengantisipasi jangan sampai ada yang ngaku-ngaku nakes dengan membawa e-ticket orang lain. Jadi, meski dia bawa bukti ID card, tapi kalau NIK gagal diinput, pelayanannya ditunda. Terpaksa pulang dengan tangan kosong,” tuturnya. Namun, nakes yang bersangkutan dijanjikan untuk bisa vaksin pada batch kedua.
Hingga saat ini, setiap hari masih ada 5–10 persen data nakes calon penerima vaksin yang NIK-nya tidak bisa diinput karena kendala jaringan dari pusat di RS Darmo. Devina mengungkapkan, kendala jaringan yang hampir serupa juga pernah terjadi saat registrasi online para nakes yang menerima SMS sebagai calon peserta vaksin. Banyak nakes yang gagal registrasi meski sudah mencoba berkali-kali. ”Yang paling ngeselin, kalau kita tahu itu betul-betul nakes, tapi NIK-nya tidak terdaftar saat di-entry tanpa tahu alasannya kenapa,” ujarnya.
”Untuk skrining di meja 2, kebanyakan yang tidak lolos karena ada demam, batuk, dan pilek. Ada juga yang tensinya di atas batas yang ditentukan, yakni 140/90. Biasanya kalau ada tensi di atas itu yang tidak terkontrol, kami berikan jeda waktu 30 menit untuk diulang tensinya,” tandas Devina.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
