alexametrics

96 Pengembang di Kota Surabaya Sudah Serahkan Fasilitas Umum

21 November 2020, 17:27:28 WIB

JawaPos.com–Sebanyak 96 dari 240 pengembang di Kota Surabaya, Jawa Timur, sudah menyerahkan fasilitas umum kepada Pemerintah Kota Surabaya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya Hendro Gunawan seperti dilansir dari Antara di Surabaya mengatakan, ada beberapa kendala fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) sehingga belum diserahkan pengembang. Seperti saat penyerahan fasum-fasos pengembangnya sudah bubar, kepemilikan lahan yang belum dikuasai, dan juga terkait perbedaan luas lahan.

”Ada taman, ada sekolah, puskesmas, sentra PKL, nah itu semua dari fasum. Sedangkan kita dari pemerintah kota wajib melakukan pemeliharaan,” kata Hendro pada Sabtu (21/11).

Pemkot Surabaya bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan pengembang telah menggelar pertemuan untuk menyamakan persepsi dalam rangka percepatan penyerahan fasum dan fasos di Pemkot Surabaya pada Jumat (20/11).

”Bagaimana upaya percepatan bisa dilakukan, baik lewat KPK, lembaga terkait kemudian juga dengan pengembang,” ujar Hendro.

Dengan demikian, lanjut Hendro, jika semua pihak sudah bersinergi tidak ada lagi perbedaan persepsi ketentuan dan kendala-kendala di lapangan.

”Sehingga diharapkan begitu ini selesai dan pengembang bisa segera menyerahkan fasum dan fasosnya sesuai ketentuan,” tutur Hendro.

Kepala Koordinator Wilayah (Kakorwil) 6 KPK Didik Agung Widjanarko sebelumnya mengatakan, pihaknya berharap semakin tumbuh kesadaran pengembang untuk menyerahkan fasum dan fasos kepada pemkot. Oleh sebab itu, KPK berusaha memberikan bantuan untuk memfasilitasi bagaimana antara kedua pihak, baik pemkot maupun pengembang perumahan bisa saling bersinergi. Dari pengembang dengan kesadaran menyerahkan, sedangkan pemda juga akan bertanggung jawab untuk melakukan pemeliharaan terhadap aset-aset tersebut.

”Karena kalau PSU (prasarana, sarana, dan utilitas) tidak diserahkan, kasihan masyarakat di situ. Fasum tersebut yang seharusnya milik pemda disalahfungsikan, atau malah dijual atau tidak terpelihara dengan baik. Nah, itu hal-hal yang bisa merugikan masyarakat,” ucap Didik.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara



Close Ads