Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 November 2020 | 20.56 WIB

Tangkal Covid-19, RSLK Tambah Sepuluh Lampu Ultraviolet

ALFIAN RIZAL/JAWA POS PEMBUNUHVIRUS:Petugasrumahsakitmemasangperangkat lampu UV. Cara itu membuat proses disinfeksi lebih efektif. (Alfian Rizal/Jawa Pos) - Image

ALFIAN RIZAL/JAWA POS PEMBUNUHVIRUS:Petugasrumahsakitmemasangperangkat lampu UV. Cara itu membuat proses disinfeksi lebih efektif. (Alfian Rizal/Jawa Pos)

JawaPos.com - Setiap hari pasien Covid-19 keluar masuk Rumah Sakit Lapangan Kogabwilhan II (RSLK) Indrapura. Kondisi tersebut menuntut pihak rumah sakit ekstraketat untuk mengantisipasi persebaran virus. Penyemprotan cairan disinfektan terhadap seluruh area rumah sakit dilakukan. Meski begitu, pihaknya menilai hal tersebut belum cukup dalam pemutusan rantai virus korona. Karena itu, pihaknya menggunakan lampu ultraviolet.

Sepuluh ultraviolet trolley digunakan. Dia menjelaskan, ultraviolet merupakan alat disinfektan yang memiliki berbagai kelebihan. Di antaranya, meredukasi bakteri dengan aman serta tidak meninggalkan residu. Kemudian, cahaya sinar UV sangat efektif mendeaktivasi mikroorganisme. Misalnya, virus, protozoa, dan bakteri.

”UV trolley digunakan seminggu dua kali dalam waktu dua jam. Yaitu, Rabu dan Sabtu pagi. Untuk menghindari radiasi cahaya, selama proses penggunaan, seluruh pasien ditarik untuk keluar dari kamar,” kata Ketua Pelaksana Pendamping Pasien Covid-19 Radian Jadid, Senin (16/11).

Sampai saat ini, 3.122 pasien Covid-19 telah sembuh. Jadid menjelaskan, pasien berasal dari klaster keluarga mengalami kenaikan. Misalnya, anak, ayah, dan ibu. Kenaikan terjadi pada awal November. Setelah libur panjang perayaan Maulid Nabi.

”Habis libur panjang, justru banyak satu keluarga positif Covid -19. Sekali masuk lima keluarga dengan membawa dua atau tiga anak. Mereka (anak) ada yang masih berusia balita,” ujarnya.

Selain itu, klaster pada instansi pendidikan mengalami kenaikan. Bulan ini 33 pelajar mendapatkan perawatan di RSLK. Mereka merupakan mahasiswa baru. Dari jumlah tersebut, 20 orang telah dinyatakan sembuh.


Meski terjadi kenaikan, Jadid mengklaim jumlah pasien yang masuk jauh lebih sedikit daripada sebelumnya. Begitu juga sebaliknya. Jumlah yang sembuh sekarang jauh lebih banyak jika dibandingkan sebelumnya. Dalam sehari belasan hingga 30 pasien berhasil sembuh dan dipulangkan.

Kemudian, makin sedikitnya jumlah pasien membuat hasil tes usap bisa keluar lebih cepat. Yaitu, hanya memakan waktu enam jam. Jika sudah dinyatakan negatif, pada hari yang sama pasien sembuh langsung dipulangkan. Jadi, tidak heran pemulangan pasien sekarang kerap dilakukan saat malam.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=L9yH61NGKgI

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore