
KERJA SAMA: Direktur Utama PT Industri Kereta Api (INKA) Budi Noviantoro (dua dari kanan) bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat mencoba bus listrik di kantor gubernur di Jalan Pahlawan kemarin (14/9). Bus listrik itu akan menjadi salah
JawaPos.com - Perlu solusi untuk mengatasi bertambahnya polusi di wilayah Kota Surabaya. Kehadiran bus listrik diharapkan jadi alternatif untuk mengurangi pencemaran. Jenis kendaraan itu tak lama lagi dioperasikan di Surabaya.
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berkolaborasi dengan PT INKA untuk membuat bus listrik Merah Putih. Proyek matching fund tersebut akhirnya hampir rampung. Bus listrik itu akan dikirim ke Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali.
Sebelumnya, Rektor ITS Prof Mochamad Ashari meninjau langsung produksi bus listrik tersebut ke PT INKA di Madiun. Total ada 30 bus yang diproduksi. ”PT INKA meminta bantuan kepada ITS untuk peminjaman alat yang digunakan dalam proses robot welding. Yaitu, pengelasan terhadap baterai bus,” katanya.
Dr Muhammad Nur Yuniarto, koordinator peneliti bus listrik Merah Putih ITS mengatakan bahwa pembuatan bus listrik tersebut menunjukkan kemampuan riset dan pengembangan perguruan tinggi di Indonesia. Pembuatan bus listrik itu berjalan sejak Februari 2022. ”Target selesainya Oktober 2022,” ujarnya.
Nur menuturkan, pembuatan bus listrik tersebut merupakan pengembangan lebih lanjut dari bus listrik buatan PT INKA, Inobus. Bus listrik Inobus memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) masih rendah. Yakni, 30 persen.
”Jadi, butuh bantuan kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi untuk meningkatkan TKDN menjadi 60 persen,” kata dia.
Pembuatan dan pengembangan bus listrik Merah Putih itu tergabung dalam konsorsium. Selain ITS, juga dilibatkan beberapa universitas. Mulai Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (Unair), hingga Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.
”Perguruan tinggi ini membantu meningkatkan TKDN. Mulai dari pembuatan desain hingga komponen spare part,” ujar dosen Departemen Teknik Mesin ITS itu.
Nanti selain digunakan untuk KTT G20, bus listrik tersebut juga dimanfaatkan sebagai angkutan umum di Indonesia. ”Setelah digunakan di KTT G20, bus listrik ini mulai digunakan di Surabaya dan Bandung,” katanya.
Tercatat ada 53 bus yang diproduksi PT INKA di Madiun. Sebanyak 30 bus rencananya dipakai pada perhelatan KTT G20 di Bali. Sebelum diberangkatkan, kendaraan terlebih dahulu diuji coba di Surabaya kemarin (14/9).
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mencoba langsung kendaraan tersebut. Didampingi Dirut PT INKA Budi Noviantoro, orang nomor satu di Jatim itu naik dari kantor gubernur di Jalan Pahlawan menuju Tunjungan Plaza Mall. Perlu waktu tempuh sekitar 20 menit.
”Yang pasti, saya mengapresiasi inovasi ini. Ini penting untuk didukung,” ungkap Khofifah kepada Jawa Pos di dalam bus.
Dia mengatakan bahwa bus listrik menjadi salah satu solusi untuk mengatasi krisis energi. ”Kendaraan ini lebih ramah lingkungan. Saya minta inovasi dilanjutkan,” tambah Khofifah.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
