Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 September 2022 | 22.48 WIB

Lebih Ramah Lingkungan, Bus Listrik Siap Beroperasi di Kota Surabaya

KERJA SAMA: Direktur Utama PT Industri Kereta Api (INKA) Budi Noviantoro (dua dari kanan) bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat mencoba bus listrik di kantor gubernur di Jalan Pahlawan kemarin (14/9). Bus listrik itu akan menjadi salah - Image

KERJA SAMA: Direktur Utama PT Industri Kereta Api (INKA) Budi Noviantoro (dua dari kanan) bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat mencoba bus listrik di kantor gubernur di Jalan Pahlawan kemarin (14/9). Bus listrik itu akan menjadi salah

JawaPos.com - Perlu solusi untuk mengatasi bertambahnya polusi di wilayah Kota Surabaya. Kehadiran bus listrik diharapkan jadi alternatif untuk mengurangi pencemaran. Jenis kendaraan itu tak lama lagi dioperasikan di Surabaya.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berkolaborasi dengan PT INKA untuk membuat bus listrik Merah Putih. Proyek matching fund tersebut akhirnya hampir rampung. Bus listrik itu akan dikirim ke Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali.

Sebelumnya, Rektor ITS Prof Mochamad Ashari meninjau langsung produksi bus listrik tersebut ke PT INKA di Madiun. Total ada 30 bus yang diproduksi. ”PT INKA meminta bantuan kepada ITS untuk peminjaman alat yang digunakan dalam proses robot welding. Yaitu, pengelasan terhadap baterai bus,” katanya.

Dr Muhammad Nur Yuniarto, koordinator peneliti bus listrik Merah Putih ITS mengatakan bahwa pembuatan bus listrik tersebut menunjukkan kemampuan riset dan pengembangan perguruan tinggi di Indonesia. Pembuatan bus listrik itu berjalan sejak Februari 2022. ”Target selesainya Oktober 2022,” ujarnya.

Nur menuturkan, pembuatan bus listrik tersebut merupakan pengembangan lebih lanjut dari bus listrik buatan PT INKA, Inobus. Bus listrik Inobus memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) masih rendah. Yakni, 30 persen.

”Jadi, butuh bantuan kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi untuk meningkatkan TKDN menjadi 60 persen,” kata dia.

Pembuatan dan pengembangan bus listrik Merah Putih itu tergabung dalam konsorsium. Selain ITS, juga dilibatkan beberapa universitas. Mulai Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (Unair), hingga Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.

”Perguruan tinggi ini membantu meningkatkan TKDN. Mulai dari pembuatan desain hingga komponen spare part,” ujar dosen Departemen Teknik Mesin ITS itu.

Nanti selain digunakan untuk KTT G20, bus listrik tersebut juga dimanfaatkan sebagai angkutan umum di Indonesia. ”Setelah digunakan di KTT G20, bus listrik ini mulai digunakan di Surabaya dan Bandung,” katanya.

Tercatat ada 53 bus yang diproduksi PT INKA di Madiun. Sebanyak 30 bus rencananya dipakai pada perhelatan KTT G20 di Bali. Sebelum diberangkatkan, kendaraan terlebih dahulu diuji coba di Surabaya kemarin (14/9).

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mencoba langsung kendaraan tersebut. Didampingi Dirut PT INKA Budi Noviantoro, orang nomor satu di Jatim itu naik dari kantor gubernur di Jalan Pahlawan menuju Tunjungan Plaza Mall. Perlu waktu tempuh sekitar 20 menit.

”Yang pasti, saya mengapresiasi inovasi ini. Ini penting untuk didukung,” ungkap Khofifah kepada Jawa Pos di dalam bus.

Dia mengatakan bahwa bus listrik menjadi salah satu solusi untuk mengatasi krisis energi. ”Kendaraan ini lebih ramah lingkungan. Saya minta inovasi dilanjutkan,” tambah Khofifah.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore