
Wali Kota Eri Surabaya Eri Cahyadi memberikan motivasi pada simulasi sekolah tatap muka di SMPN 1 Surabaya. Rencananya, PTM berlangsung pada Juli.
JawaPos.com - Tren jumlah kasus Covid-19 yang terus melandai di Surabaya disambut baik oleh institusi pendidikan. Harapan untuk bisa menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) pun mulai terbuka. Sekolah-sekolah berharap tren positif itu terus berlanjut hingga metropolis terbebas dari virus SARS-CoV-2 tersebut.
”Kalau disuruh milih, tentu kita ingin bisa segera PTM,” kata Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Banu Atmoko.
Opsi untuk segera menggelar PTM, kata dia, sangat masuk akal. Menurut dia, pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang sudah berlangsung dua tahun terakhir sangat memengaruhi psikologis siswa. Banyak peserta didik yang bosan dan jenuh. Konsentrasi untuk mengikuti pembelajaran dari rumah tidak lagi maksimal.
”Di sekolah, guru-guru bisa kontrol siswa secara langsung. Kalau daring begini, nggak bisa,” ujarnya.
Dia yakin sekolah-sekolah sudah melakukan berbagai persiapan menghadapi PTM. Khususnya seputar protokol kesehatan (prokes). Peralatan prokes pasti disiapkan sekolah. Itu adalah standar pembelajaran di masa pandemi. Karena itu, dia optimistis lingkungan sekolah cukup steril dan kondusif jika PTM benar-benar digelar.
”Apalagi, semua guru kan sudah divaksin,” imbuhnya.
Sekolah sudah menyebarkan form kuesioner ke semua wali murid. Hasilnya, 95 persen orang tua setuju anaknya mengikuti PTM. ”Data itu sudah kita validasi dengan tanya langsung wali murid,” katanya.
Kepala SMPN 15 Surabaya Shahibur Rachman memilih untuk menunggu instruksi Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya. Apa pun keputusan pemkot, ujar dia, pihaknya siap melaksanakan. Termasuk kemungkinan PTM dalam waktu dekat.
”Kita sudah lakukan banyak persiapan sebetulnya. Tapi, harus tunggu instruksi dispendik,” imbuhnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Sekolah Menengah (Kabid Sekmen) Dispendik Surabaya Tri Aji Nugroho menyampaikan, tiap sekolah memang sudah menyusun SOP internal. Itu sebagai persiapan PTM yang direncanakan mulai 1 Juli lalu. Namun, PTM kembali dibatalkan karena kasus baru Covid-19 melonjak tajam.
Saat itu setiap sekolah sudah punya SOP. Mekanismenya diatur secara terperinci dan detail. Mulai siswa berangkat ke sekolah dari rumah, selama perjalanan, masuk gerbang sekolah, kegiatan belajar-mengajar di kelas, hingga pulang lagi ke rumah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Lecce vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Imbang di Via del Mare

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022