Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 Agustus 2021 | 20.13 WIB

Kasus Melandai, Sekolah di Surabaya Tatap Pembelajaran Tatap Muka

Wali Kota Eri Surabaya Eri Cahyadi memberikan motivasi pada simulasi sekolah tatap muka di SMPN 1 Surabaya. Rencananya, PTM berlangsung pada Juli. - Image

Wali Kota Eri Surabaya Eri Cahyadi memberikan motivasi pada simulasi sekolah tatap muka di SMPN 1 Surabaya. Rencananya, PTM berlangsung pada Juli.

JawaPos.com - Tren jumlah kasus Covid-19 yang terus melandai di Surabaya disambut baik oleh institusi pendidikan. Harapan untuk bisa menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) pun mulai terbuka. Sekolah-sekolah berharap tren positif itu terus berlanjut hingga metropolis terbebas dari virus SARS-CoV-2 tersebut.

”Kalau disuruh milih, tentu kita ingin bisa segera PTM,” kata Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Banu Atmoko.

Opsi untuk segera menggelar PTM, kata dia, sangat masuk akal. Menurut dia, pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang sudah berlangsung dua tahun terakhir sangat memengaruhi psikologis siswa. Banyak peserta didik yang bosan dan jenuh. Konsentrasi untuk mengikuti pembelajaran dari rumah tidak lagi maksimal.

”Di sekolah, guru-guru bisa kontrol siswa secara langsung. Kalau daring begini, nggak bisa,” ujarnya.

Dia yakin sekolah-sekolah sudah melakukan berbagai persiapan menghadapi PTM. Khususnya seputar protokol kesehatan (prokes). Peralatan prokes pasti disiapkan sekolah. Itu adalah standar pembelajaran di masa pandemi. Karena itu, dia optimistis lingkungan sekolah cukup steril dan kondusif jika PTM benar-benar digelar.

”Apalagi, semua guru kan sudah divaksin,” imbuhnya.

Sekolah sudah menyebarkan form kuesioner ke semua wali murid. Hasilnya, 95 persen orang tua setuju anaknya mengikuti PTM. ”Data itu sudah kita validasi dengan tanya langsung wali murid,” katanya.

Kepala SMPN 15 Surabaya Shahibur Rachman memilih untuk menunggu instruksi Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya. Apa pun keputusan pemkot, ujar dia, pihaknya siap melaksanakan. Termasuk kemungkinan PTM dalam waktu dekat.

”Kita sudah lakukan banyak persiapan sebetulnya. Tapi, harus tunggu instruksi dispendik,” imbuhnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Sekolah Menengah (Kabid Sekmen) Dispendik Surabaya Tri Aji Nugroho menyampaikan, tiap sekolah memang sudah menyusun SOP internal. Itu sebagai persiapan PTM yang direncanakan mulai 1 Juli lalu. Namun, PTM kembali dibatalkan karena kasus baru Covid-19 melonjak tajam.

Saat itu setiap sekolah sudah punya SOP. Mekanismenya diatur secara terperinci dan detail. Mulai siswa berangkat ke sekolah dari rumah, selama perjalanan, masuk gerbang sekolah, kegiatan belajar-mengajar di kelas, hingga pulang lagi ke rumah.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore