alexametrics

Ditelepon Ratusan Kali sebelum Tabungan Ludes Rp 50 Juta karena OTP

15 April 2021, 02:48:14 WIB

JawaPos.com – Pelaku pembobolan rekening dengan modus migrasi kartu melakukan banyak cara untuk bisa mendapatkan one time password (OTP) dari Mashudi. Mulai mengaku sebagai penagih listrik, ojek online, sampai pimpinan pusat bank pelat merah. Korban mengaku ditelepon hingga lebih dari seratus kali.

”Alasan aplikasi ojek online nyasar, tagihan listrik nyasar, dan telepon berkali-kali tanpa henti minta kode OTP,” ujar Mashudi saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (13/4).

Mashudi tidak pernah memberikan kode OTP tersebut. Tiba-tiba handphone miliknya mati pada 18 Oktober 2020. Keesokan harinya dia melapor ke kantor bank dan kantor operator seluler untuk menonaktifkan nomornya. Dia juga mengecek saldo tabungannya secara manual.

”Nomor saya terhubung dengan internet banking. Saya cek saldo selisih Rp 50 juta lebih,” ungkapnya.

Berdasar data mutasi rekening, uang tabungannya terpakai untuk belanja online di marketplace. Padahal, dia tidak pernah berbelanja apa pun. Transaksi belanja itu tercatat dilakukan saat handphone-nya mati.

”Saldo hilang bertahap dalam satu malam. Saya tidak pernah migrasi kartu. Transaksi beda-beda untuk belanja,” tuturnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : gas/c7/eko

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads