
Ilustrasi memerangi virus Korona (Adnan Reza Maulana/Jawa Pos)
JawaPos.com - Sesuai rencana, pemerintah mulai mendistribusikan vaksin Covid-19 pada akhir Desember atau awal Januari mendatang. Jika tak ada perubahan, Jatim menjadi satu di antara empat provinsi yang dipilih untuk memperoleh vaksin tahap pertama.
Hanya, sejauh ini belum diketahui berapa jatah vaksin yang bakal diperoleh. Termasuk teknis detail pendistribusiannya. Sejauh ini, Satgas Covid-19 Jatim tengah menghitung kebutuhan untuk diajukan ke pusat.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril menyatakan, ada empat provinsi yang mendapat jatah vaksin pada tahap awal. Yakni, Jatim, Sumatera Barat, Aceh, dan Sulawesi Tenggara. Rencananya, vaksin itu berasal dari Sinovac.
”Jumlahnya belum pasti. Dari prosedur yang ditetapkan, provinsi mengusulkan jumlah vaksin yang dibutuhkan. Namun, tidak semuanya akan disetujui,” katanya.
Jumlah pengajuan didasarkan pada jumlah warga yang memiliki penyakit penyerta. Data itu diambil dari BPJS Jatim. Lembaga tersebut memiliki data peserta BPJS dengan kategori penyakit penyerta tertentu. ”Yang jelas, data itu sudah terkumpul dari BPJS daerah maupun provinsi,’’ ungkap dia.
Selain itu, kata Jibril, pembagian kuota vaksin dilihat dari perkembangan kasus terkini. Saat ini kasus aktif positif Jawa Timur berada di urutan terendah kedua setelah Gorontalo. Namun, gugus tugas tetap berharap mendapat kuota vaksin yang proporsional.
Dia mengakui bahwa sebagian masyarakat menunggu vaksin Covid-19. Namun, masyarakat harus paham bahwa jumlah vaksin terbatas. Jumlah yang tidak menerima vaksin lebih besar. Potensi penularan Covid-19 masih ada.
Karena itu, saat ini penerapan standar protokol kesehatan dianggap paling efektif untuk mencegah persebaran Covid-19. ”Standar protokol tetap harus dijalankan,’’ ucapnya.
Vaksin yang akan didatangkan ke Indonesia juga tidak bisa menjadi jaminan Covid-19 musnah. Kabarnya, efektivitas vaksin belum sampai 100 persen. Artinya, potensi meleset sangat besar.
Senada, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati. ”Selagi belum ada vaksin, harus berdamai dengan Covid-19,’’ katanya.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
