alexametrics

Pura-Pura Berkongsi, Pakai 77 Invoice Palsu, Kredit Cair Rp 65 M

13 Juni 2021, 10:53:35 WIB

Pura-pura berkongsi membuat tiga direktur diadili di Pengadilan Negeri Surabaya. Tuduhannya adalah membuat 77 invoice yang dianggap palsu untuk mencairkan kredit open account finance sebesar Rp 65 miliar.

DIREKTUR Utama PT Bukit Baja Anugerah (BBA) Diana Tanuwijaya dan direkturnya, Antony Tanuwidjaja, membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan bisnis besi bajanya. Keduanya mengajukan kredit Rp 100 miliar ke Bank Danamon Cabang Gubernur Suryo, Surabaya. Senilai Rp 75 miliar diajukan dengan fasilitas kredit open account finance (OAF) dan Rp 25 miliar kredit angsuran berjangka.

Agar bisa mendapatkan kucuran kredit, mereka menyatakan ke bank telah berkongsi dengan Direktur Utama PT Perwira Asia Bajatama (PAB) Ali Suwito. Ketiganya seolah-olah memiliki hubungan bisnis jual beli bahan baku industri baja. Jaksa penuntut umum Darwis dalam dakwaannya menyatakan, hubungan bisnis antara kedua perusahaan hanya kesepakatan lisan. Tidak ada perjanjian tertulis.

Antony menghubungi Relationship Manager Bank Danamon Gubernur Suryo Febri Yanti untuk mengurus kredit. Febri meminta Antony menyerahkan surat keterangan adanya kerja sama dari PT PAB. Surat itu pun diserahkan. Di dalamnya berisi nomor rekening PT PAB dan rekening pribadi Ali yang nantinya digunakan untuk menerima pencairan kredit.

Febri menelepon terdakwa Ali untuk mengonfirmasi kerja sama bisnis tersebut. Ali mengaku sudah 1,5 tahun berbisnis dengan PT BBA. Pengajuan kredit pun dikabulkan. Mekanismenya, PT BBA membeli bahan baku baja ke PT PAB. Pembayarannya menggunakan uang pinjaman bank. Uang itu dicairkan ke rekening PT PAB dan rekening pribadi Ali. Nanti PT BBA mengangsur kredit tersebut.

”Dengan maksud memperoleh keuntungan secara melawan hukum melalui pencairan kredit OAF dari Bank Danamon untuk pembelian bahan baku dari PT PAB sebagai supplier. Dengan meyakinkan Bank Danamon seolah-olah benar terjadi pembelian bahan baku oleh PT BBA, terdakwa Antony bersama Ali dan Diana menyiapkan dokumen sebagai syarat pencairan kredit,” tutur jaksa Darwis.

Sementara itu, terdakwa Diana berperan mengisi aplikasi permohonan pembiayaan dalam bentuk soft file dari Bank Danamon. Dia juga membuat dan menandatangani rekapitulasi invoice seolah-olah terdapat jual beli bahan baku baja. Selanjutnya invoice yang dibuat Diana itu dikirimkan ke bank untuk mencairkan kredit. Pihak bank kemudian mentransfer Rp 65 miliar ke PT PAB.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : gas/c12/eko

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads