
Ilustrasi. Rizky Danu/Jawa Pos
JawaPos.com – Pencairan dana kelurahan alias dakel sangat ditunggu warga di 154 kelurahan di Surabaya. Sebab, sampai akhir triwulan ketiga ini, realisasi dakel masih sangat minim. Dari total anggaran Rp 253,9 miliar tahun ini, yang terserap baru Rp 8,2 miliar atau hanya 3,27 persen.
Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya Fatkur Rohman meminta pemkot untuk segera mencairkan dana itu. Tidak ada alasan untuk tidak merealisasikannya karena warga kelurahan membutuhkannya. Apalagi sudah dianggarkan dalam APBD murni 2022. ’’Artinya ya harus dibelanjakan,’’ kata Fatkur kemarin (11/9).
Anggaran dakel diperuntukkan dua kebutuhan. Yaitu, pembangunan sarana-prasarana (sarpras) kelurahan sebesar Rp 189 miliar. Sampai sekarang, yang terealisasi baru Rp 2,6 miliar. Komponen lainnya, pemberdayaan masyarakat Rp 64,8 miliar. Yang sudah terserap Rp 5,6 miliar.
Mengapa serapan anggaran minim? Menurut Fatkur, selama ini pihak kelurahan khawatir dengan penggunaan dakel. Mereka gamang. Khawatir kalau anggaran itu dicairkan akan berakibat sebagai tindak pidana. Misalnya, pemeriksaan oleh aparat penegak hukum. Padahal, dana sudah siap di setiap kelurahan.
Sebelumnya, pemkot tidak memiliki aturan teknis terkait penggunaan dakel. Minimnya serapan anggaran juga terjadi pada 2021. Saat itu dana yang cair tidak kurang dari 30 persen.
Fatkur menyampaikan, baru-baru ini Bagian Hukum Pemkot Surabaya sudah mengesahkan peraturan wali kota (perwali) sebagai pedoman penggunaan dakel. ’’Tentu ini kabar gembira untuk teman-teman kelurahan,’’ ujarnya.
Dengan disahkannya perwali itu, DPRD berharap seluruh dakel bisa diserap dalam APBD Perubahan 2022. ’’Saya kira tidak ada alasan lagi dakel tidak direalisasikan,’’ tegas politikus PKS itu.
Mochamad Machmud, anggota komisi A lainnya, menambahkan bahwa anggaran dakel sudah tersedia di masing-masing kelurahan. Anggaran setiap kelurahan berbeda-beda. Bergantung usulan RT/RW yang diserap dalam musyawarah pembangunan kelurahan (musbangkel).
Komponen sarpras bisa berupa pembangunan fisik di lingkungan kelurahan setempat. Sedangkan pemberdayaan bisa berupa pelatihan untuk mengembangkan skill warga. Mulai pelatihan menjahit, pembuatan paving, hingga pelatihan cuci motor.
’’Bagian hukum harus melakukan pendampingan ke kelurahan agar tidak ada kekhawatiran dalam menggunakan dakel,’’ papar Machmud.
SERAPAN DAKEL MASIH MINIM
- Pembangunan sarana-prasarana Rp 189 miliar. Realisasi Rp 2,6 miliar.
- Pemberdayaan masyarakat Rp 64,8 miliar. Realisasi Rp 5,6 miliar.
Pembangunan fisik
- Pavingisasi jalan kelurahan
- Pembuatan atau perbaikan saluran lingkungan
- Pembangunan balai RT/RW
- Pembangunan sanggar belajar kelurahan
Nonfisik:
- Pelatihan menjahit
- Pelatihan cuci motor
- Penguatan UMKM
- Pembinaan ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat
Sumber: Reportase Jawa Pos

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Prediksi Argentina vs Inggris di Piala Dunia: Messi Ungkap Jalan Terjal ke Semifinal, Singgung Duel Panas Lawan Three Lions pada 1986
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Beri Nafkah Kecil ke Fangfang, Vicky Prasetyo: Dari Awal Kamu Tahu Saya Punya Anak Banyak
Tragis! Gadis 13 Tahun di India Diperkosa 30 Pria Selama 5 Hari, Para Tersangka Diarak Warga
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
