
NEW NORMAL: Di kaca bus Menggala jurusan Surabaya-Malang ini sudah tertera tarid baru. (Edi Susilo/Jawa Pos)
JawaPos.com – Perusahaan otobus (PO) menaikkan tarif bus patas Rabu (10/6). Keputusan itu diambil sebagai dampak dikuranginya kapasitas bus sesuai aturan pemerintah pusat. Tarif naik sekitar 20–30 persen.
Adanya kenaikan tarif itu terlihat pada beberapa armada bus yang menunggu penumpang di area keberangkatan Terminal Purabaya. Kertas bertulisan tarif baru ditempelkan di setiap armada. Kenaikan tarif di-list per tujuan.
Misalnya, di bus Menggala jurusan Surabaya–Malang. Di bagian kaca depan, pengelola menulis tarif ’’new normal’’ sebesar Rp 50 ribu. Naik dari tarif sebelumnya yang mencapai Rp 30 ribu. ’’Baru hari ini (kemarin, Red) naik,’’ ucap Munasik, sopir bus.
Lelaki 65 tahun itu mengatakan tidak mengetahui secara pasti kenaikan tersebut. Perubahan tarif ditentukan manajemen perusahaan. Yang pasti, kenaikan itu wajar karena kapasitas bus dikurangi sesuai ketentuan. ’’Ini maksimal hanya bisa diisi 22 orang,’’ ujarnya. Biasanya bus bisa mengangkut maksimal 44 penumpang. Berkurangnya kapasitas itu jelas akan menjadi beban operasional. ’’Beban operasional paling besar ada di bahan bakar,’’ paparnya.
Kemarin penumpang di Terminal Purabaya juga masih sepi. Bus baru terisi sekitar 10 orang, padahal sudah menunggu sekitar setengah jam.
Kenaikan juga diterapkan bus Tjipto Kemenangan. Bus rute timur jurusan Surabaya–Jember itu memasang detail tarif baru per tujuan. Surabaya– Probolinggo Rp 50 ribu. Sementara itu, Surabaya– Jember Rp 100 ribu. ’’Ada kenaikan,’’ kata Utama Mulya, mandor bus Tjipto.
Bus Surabaya–Probolinggo sebelumnya bertarif Rp 35 ribu, sedangkan Surabaya–Jember Rp70 ribu. Kenaikan dilakukan untuk mencukupi kebutuhan operasional. Apalagi, saat terminal baru dibuka kembali, penumpang masih sangat sepi. ’’Itu masih satu penumpang,’’ ucapnya. Dia tidak mengetahui tarif baru tersebut berlangsung sampai kapan. Namun, dia menilai bisa saja tarif kembali normal jika penumpang di terminal sudah ramai. Juga, tidak ada pembatasan kuota penumpang.
Kasubnit Terminal Purabaya Imam Hidayat membenarkan adanya penyesuaian tarif di bus patas. Kenaikan tersebut bergantung pada keputusan tiap-tiap PO. ’’Informasinya naik sekitar 20–30 persen,’’ terangnya. Tarif untuk nonekonomi memang bisa diputuskan secara mandiri oleh PO.
Terkait dengan bus ekonomi, Imam memastikan hingga kemarin belum ada kenaikan. Sebab, perubahan tarif bus ekonomi harus dirapatkan bersama dengan pemerintah daerah. ’’Kalaupun ada kenaikan, mungkin yang dipakai adalah tarif batas atas,’’ tuturnya. Setiap bus ekonomi memiliki tarif batas atas dan bawah yang sudah diatur. Perusahaan bisa memilih. ’’Tapi, jika tarif dipatok lebih dari batas atas, jelas tidak bisa,’’ lanjutnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=-SawoBNFE38
https://www.youtube.com/watch?v=2jfjBpXjL40
https://www.youtube.com/watch?v=ofqLLH0UGPc

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
