
DALAM PEMERIKSAAN: Penyidik meminta keterangan KR di Markas Polda Kaltim tadi malam (30/1).POLDA KALTIM UNTUK KALTIM POST
ISU penjualan organ jenazah korban Covid-19 marak menyebar di grup-grup WhatsApp kemarin. Kabar tersebut dilengkapi video yang memperlihatkan perut sesosok jenazah di rumah sakit (RS) dengan jahitan panjang. Informasi itu tentu bisa memicu keresahan keluarga korban Covid-19. Sebab, jenazah korban tak boleh dilihat dan langsung dimakamkan bersama peti tertutup.
Narasi yang menyertai video tersebut mengklaim bahwa virus korona telah menjadi lahan bisnis gelap penjualan organ tubuh manusia antarnegara yang melibatkan petinggi-petinggi negara.
”Pantaslah tiap rumkit dpt dana 321juta utk satu mayat, kelg tak bisa melihat ato mengantarkan jenazah utk terakhir x sbg penghormatan! Coba bongkar tuhh smua mayat covid, mgkn sdh hilang smua organ tubuhnya,” tukas penggalan informasi yang disebar.
Namun, ada kejanggalan jika video jenazah itu dikaitkan dengan Covid-19. Sebab, orang-orang yang ada di sekitar jenazah tidak mengenakan pelindung diri. Jenazah juga bisa dipegang dan dibuka bajunya. Padahal, protokol penanganan korban Covid-19 mewajibkan jenazah dibungkus plastik dan hanya boleh didekati petugas medis berpengaman lengkap.
Saat ditelusuri menggunakan YouTube DataViewer, video yang sama sudah ada pada April 2018, jauh sebelum pandemi Covid-19. Kanal milik Tribunnews yang mengunggah video itu menuliskan keterangan tentang keributan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof dr R.D. Kandou Manado, Sulawesi Utara, pada Minggu, 23 April 2018.
Disebutkan, jenazah atas nama Geraldy Jecky Payow merupakan korban penikaman di daerah Malalayang, Manado, pada 22 April 2018. Korban yang sudah tak bernyawa kemudian dilarikan ke RS untuk diotopsi.
Humas RSUP Kandou Manado Meike Dondokambey mengatakan, petugas RS telah melakukan tugasnya sesuai dengan prosedur yang berlaku. Menurut dia, otopsi dilakukan atas permintaan pihak kepolisian dan persetujuan pihak keluarga.
Atas tudingan menjual organ tubuh, dokter forensik RSUP Kandou Manado Jemmy Tomuka menegaskan tidak pernah ada. ”Tidak ada orang yang telah meninggal diambil organnya untuk dipakaikan ke orang yang masih hidup,” ucap dia. Penjelasan itu dimuat portal Inews.Id pada 23 April 2018. Anda juga bisa membacanya di bit.ly/OtopsiKorbanPenikaman.
FAKTA
Video jenazah pria dengan jahitan di perut yang marak beredar di grup-grup WhatsApp akhir-akhir ini bukan korban Covid-19. Dia adalah korban penikaman di Sulawesi Utara pada April 2018.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=0B3YaKIPQZ0
https://www.youtube.com/watch?v=RsW-wwi_NxY
https://www.youtube.com/watch?v=ubXCKYerBGU

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
