Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 September 2020 | 23.48 WIB

Gubernur Khofifah Minta Pengumpulan Massa untuk Pilkada Dikurangi

Ilustrasi: CHIS/JAWA POS - Image

Ilustrasi: CHIS/JAWA POS

JawaPos.com – Perhelatan pilkada serentak 2020 di Jatim yang telah memasuki tahap pendaftaran bakal kandidat tengah mendapat atensi pemprov. Bukan soal kontestasinya, melainkan potensi lonjakan persebaran Covid-19 pada hajatan lima tahunan itu.

Sebab, berdasar hasil evaluasi awal, pelaksanaan tahapan pilkada berpotensi memicu penularan virus korona. Karena itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta potensi itu diantisipasi.

Kemarin orang nomor satu di Jatim tersebut meminta seluruh pihak yang terlibat dalam kontestasi pilkada untuk benar-benar menerapkan standar protokol pencegahan Covid-19 selama tahapan berlangsung. ”Masyarakat, tim sukses, maupun penyelenggara pilkada harus mencegah terjadinya persebaran dan penularan,’’ ucapnya.

Selain itu, Khofifah mengajak seluruh bakal pasangan calon untuk ikut menyosialisasikan maupun menerapkan protokol pencegahan Covid-19. Terutama pada masa kampanye. ”Seperti penulisan gerakan masker pada baliho kampanye dan juga cara lain,’’ jelasnya.

Khofifah juga mengajak seluruh kontestan untuk meminimalkan kegiatan yang berpotensi mengundang massa. Sebab, situasi pandemi belum berakhir. ”Kami mengimbau agar lebih sering menggunakan sistem daring agar lebih aman,’’ imbuh dia.

Atensi Khofifah terhadap jalannya tahapan pilkada cukup beralasan. Sebab, berdasar evaluasi, hajatan lima tahunan itu berpotensi menjadi pemicu penularan virus korona.

Contohnya, selama tahap pendaftaran kandidat yang baru saja berakhir. Berdasar catatan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim, mayoritas pasangan bakal kandidat tidak menerapkan protokol saat mendaftar. Terutama dari segi social maupun physical distancing. ”Hampir semua pasangan bakal calon membawa massa saat mendaftar. Sehingga memicu munculnya kerumunan,” kata Aang Kunaifi, komisioner Bawaslu Jatim.


Selain itu, didapati sejumlah kegiatan yang dilakukan bakal kandidat yang melibatkan massa. Belum lagi, berdasar laporan yang telah diperoleh KPU Jatim, ditengarai ada sejumlah bakal kandidat yang terpapar Covid-19. ”Karena itu, ini yang jadi bahan evaluasi kami agar penerapan protokol pada lanjutan tahapan pilkada bisa berjalan maksimal,” katanya.

Hingga kini, situasi pandemi Covid-19 di Jatim memang masih patut diwaspadai. Sebab, penambahan kasus baru tak kunjung mereda.

---

EVALUASI PENERAPAN STANDAR PROTOKOL COVID-19 DI TAHAPAN PILKADA

  • Mayoritas bakal kandidat pendaftar pilkada tidak menerapkan protokol kesehatan saat mendaftar ke KPU.

  • Banyak ditemukan kegiatan bakal kandidat yang mengundang massa.

  • Ditemukan adanya kandidat yang diduga terpapar Covid-19.


Situasi Terakhir Persebaran Covid-19 di Jatim

  • Jumlah kasus: 36.712 kasus

  • Pasien dirawat: 4.995 orang

  • Pasien sembuh: 29.071 orang


Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=PT-4eu9Gb7c

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore