Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 September 2026 | 00.24 WIB

Sampel Nasi Kotak PPDS Unair Diperiksa Labfor, Labkesmas, dan BPOM

Dirut RSUD dr Soetomo, Prof. Dr. dr. Cita Rosita SpKK(K) (Tengah). (Ardini Pramitha/JawaPos.com) - Image

Dirut RSUD dr Soetomo, Prof. Dr. dr. Cita Rosita SpKK(K) (Tengah). (Ardini Pramitha/JawaPos.com)

JawaPos.com - RSUD Dr. Soetomo mengamankan dan mengirimkan sampel makanan yang dikonsumsi peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) untuk menjalani pemeriksaan di sejumlah laboratorium.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab munculnya gangguan kesehatan yang dialami peserta kegiatan pra-pendidikan (Pradik) PPDS setelah mengonsumsi nasi kotak pada Senin (28/9).

Dirut RSUD dr Soetomo, Prof. Dr. dr. Cita Rosita SpKK(K) mengatakan sampel makanan telah dikirimkan untuk pemeriksaan di Laboratorium Forensik (Labfor), Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Soetomo telah melakukan pengamanan dan pengiriman sampel makanan serta pemeriksaan penunjang terkait ke Labfor, Labkesmas, dan juga BPOM untuk mengetahui penyebab kejadian,” kata Prof Cita dalam konferensi pers, Selasa (29/9).

Prof Cita menegaskan, hingga saat ini pihak rumah sakit belum dapat memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami peserta. 

Karena itu, kejadian tersebut masih disebut sebagai dugaan keracunan atau gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan.

Menurut dia, kesimpulan terkait penyebab kejadian harus didasarkan pada hasil pemeriksaan laboratorium.

“Sampai saat ini, penyebab pasti belum dapat disimpulkan. Oleh karena itu, kejadian ini masih disebut sebagai dugaan keracunan atau gangguan kesehatan setelah konsumsi makanan, sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” ujarnya.

Berdasarkan pendataan terakhir, sebanyak 178 orang melaporkan mengalami gejala. Jumlah tersebut terdiri atas 172 peserta Pradik PPDS dan enam karyawan RSUD Dr. Soetomo yang turut mengonsumsi makanan tersebut.

Keluhan yang dilaporkan antara lain mual, muntah, diare, pusing, serta gangguan kesehatan lainnya. Sebanyak 12 orang sempat mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan, yakni delapan orang di IGD RSUD Dr. Soetomo, satu orang di Rumah Sakit Husada Utama (RSHU), dan tiga orang di RSUD dr. M. Soewandhie.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore