Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 September 2026 | 03.20 WIB

Maman Ungkap Masalah Terbesar UMKM Saat Ini: Bukan Modal, tapi Pasar

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman bersama Rektor ITS Prof Bambang Pramujati. (Ardini Pramitha/JawaPos.com) - Image

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman bersama Rektor ITS Prof Bambang Pramujati. (Ardini Pramitha/JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyebut persoalan utama yang dihadapi pelaku UMKM saat ini bukan lagi semata-mata permodalan, melainkan kemampuan menjangkau dan mendapatkan pasar.

Menurut Maman, pemerintah telah menjalankan berbagai upaya untuk membantu UMKM dari sisi pembiayaan maupun perizinan.

Namun, bantuan tersebut belum cukup apabila produk yang dihasilkan pelaku UMKM tidak mampu terserap pasar.

“Problem kita itu yang paling utama bagi UMKM sebetulnya kalau sertifikasi, perizinan itu on process. Pembiayaan sudah kita bantu, tetapi sering sekali UMKM kita enggak mampu jual barangnya,” kata Maman usai acara Bursa Wirausaha Unggulan, serta akad masal Kredit Usaha Rakyat (KUR) Jawa Timur 2026 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Rabu (23/9). 

Dia menjelaskan, kondisi tersebut dapat membuat UMKM mengalami kesulitan meskipun telah memperoleh pembiayaan.

Sebab, ketika produk tidak terjual, pelaku usaha tetap berpotensi mengalami kerugian dan bahkan bangkrut.

Maman menilai salah satu persoalan yang turut menekan UMKM adalah membanjirnya produk impor di pasar domestik, khususnya dari Cina.

“Kenapa enggak laku? Karena barang-barang pasar domestik kita dipenuhi dengan produk-produk impor dari Cina,” ujarnya.

Karena itu, kata Maman, pemerintah mulai menyiapkan langkah untuk membatasi masuknya sejumlah produk impor dari luar negeri. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto telah memanggil sejumlah pejabat dan kementerian terkait untuk membahas persoalan tersebut.

“Beberapa hari yang lalu juga Pak Presiden sudah memanggil Dirjen Bea Cukai, Kemenko Perekonomian, dan beberapa instansi terkait untuk mulai membatasi masuknya barang-barang impor dari luar, salah satunya garmen, baju, tekstil, segala macam,” katanya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore