
Mahasiswa UINSA Surabaya menggelar aksi bakar ban sebagai bentuk protes atas dilantiknya kembali Prof. Akh Muzakki sebagai rektor, Kamis (17/9). (Dadang Kurnia/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Massa mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya mengancam akan terus melakukan aksi unjuk rasa sampai mereka ditemui langsung Rektor Prof. Akh Muzakki.
Koordinator Aksi, Koko Prasetyo, menegaskan bahwa kehadiran rektor yang baru dilantik untuk periode kedua tersebut sangat ditunggu guna mendengarkan langsung rentetan tuntutan mahasiswa.
"Harapan kami Prof. Muzakki dapat menemui kami. Karena kalau tidak, ya kami akan terus melakukan aksi," tegas Koko di sela-sela demonstrasi di kampus UINSA I, Wonocolo, Surabaya, Rabu (16/9).
Koko menegaskan, pihaknya masih membawa tuntutan 7+1 dalam aksi yang digelar hari ini. Isi tuntutan di antaranya mendesak Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya dicopot atau mengundurkan diri.
Kemudian, mendesak pimpinan UIN Sunan Ampel Surabaya memberikan pernyataan publik terkait PPID yang baru terbentuk pada 2025. Ia menyebut selama tiga tahun UINSA mengabaikan mandat UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik yang mereka kaitkan dengan dugaan korupsi.
Tuntutan selanjutnya, mendesak pengusutan kasus Kopertais yang melibatkan Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya sebagai terlapor, menuntut klarifikasi dan tenggat waktu terkait keterlambatan pembagian buku, KTM, dan almamater mahasiswa baru, menuntut pertanggungjawaban atas penerimaan mahasiswa baru yang dinilai terlalu banyak sehingga berdampak pada keterbatasan fasilitas kampus.
Mereka juga mendesak penghapusan kebijakan jam malam yang dinilai tidak pro terhadap kebutuhan nonakademik mahasiswa, menuntut pertanggungjawaban atas kebijakan penentuan UKT mahasiswa baru yang dinilai tidak berpihak kepada mahasiswa menengah ke bawah, serta mendesak penghapusan mekanisme peminjaman tempat yang dinilai selalu dipersulit.
Koko mencontohkan beberapa kebijakan yang dinilai menyengsarakan di masa kepemimpinan Prof Muzakki. Seperti beban UKT yang mahal bagi mahasiswa baru, hingga persoalan gedung perpustakaan kampus yang dibiarkan mangkrak tak terurus.
"Sebelumnya Muzakki sudah didemo sama mahasiswa, aliansi mahasiswa UINSA, ya karena perpustakaan yang mangkrak. Tapi tidak pernah digubris, lah sekarang malah menjadi rektor kembali," ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022