
Kemenkeu mencatat APBN regional Jawa Timur hingga Mei 2026 surplus Rp 57,56 Triliun, dengan pendapatan negara menembus Rp 106 Triliun. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Jawa Timur hingga Mei 2026, masih positif dengan surplus Rp 57,56 triliun.
Pada periode yang sama, pendapatan negara di provinsi tersebut menembus Rp 106,08 triliun. Angka ini telah memenuhi 35,13 persen dari target APBN Jawa Timur 2026, yakni sebesar Rp 301,95 Triliun.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Timur I, Max Darmawan mengatakan bahwa perekonomian di Jawa Timur hingga Mei 2026 menunjukkan ketahanan yang solid.
"Didukung permintaan domestik yang kuat, inflasi terkendali, dan kebijakan fiskal yang responsif," ujar Max dalam Media Briefing Triwulan II di Kantor OJK Jawa Timur, Surabaya, Selasa (23/6).
Hingga akhir Mei 2026, Max menyebut APBN terus optimal berperan sebagai sholat absorber (peredam kejut) dan penggerak ekonomi di Jawa Timur. Terbukti, realisasi pendapatan negara regional Jatim tumbuh kuat.
Dari angka Rp 106,08 Triliun, penerimaan pajak masih menjadi penopang utama pendapatan negara di Jawa Timur, yakni Rp 46,86 triliun atau sekitar 32 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 143,53 triliun.
Di urutan kedua ada kepabeanan dan cukai. Kemenkeu mencatat penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp 55,48 triliun, tumbuh 0,68 persen secara yoy. Angka ini juga setara 36 persen dari target, yakni Rp 151,7 Triliun.
"Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga berkontribusi sebesar Rp 3,74 Triliun. Meskipun angkanya tak sebesar pajak dan bea cukai, realisasi PNBP paling besar karena mencapai Rp 59,9 persen dari target Rp 6,24 Triliun," imbuhnya.
Lebih jauh, Kinerja Belanja Negara juga tidak kalah moncer. Max menyebut realisasi Belanja Negara di Jawa Timur hingga Mei 2026 tercatat sebesar Rp 48,52 triliun. Angka ini setara 42,9 persen dari target Rp 113,04 triliun.
"Hal ini mencerminkan percepatan eksekusi anggaran di awal tahun, terutama didorong oleh peningkatan belanja pegawai, barang, dan belanja modal yang tumbuh secara signifikan," terang Max.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Prediksi Skor Villarreal vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
