Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Mei 2026 | 05.50 WIB

SPPG di Surabaya Ungkap Menu usai Insiden Keracunan MBG: Ada Daging Krengsengan

Ratusan siswa dari 12 sekolah di Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin pagi (11/5). (Novia Herawati/JawaPos.com) - Image

Ratusan siswa dari 12 sekolah di Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin pagi (11/5). (Novia Herawati/JawaPos.com)

JawaPos.com - Ratusan siswa dari 12 sekolah di Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin pagi (11/5).

Insiden ini langsung menjadi topik perbincangan di masyarakat. Salah satu yang menjadi sorotan adalah menu makanan yang disajikan oleh satu dapur SPPG di Kelurahan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, menu MBG yang dibagikan kepada siswa terdiri dari nasi putih, sepotong lauk daging krengsengan berbumbu kecokelatan, tahu goreng, serta tumis sayur berisi kacang panjang dan irisan wortel.

Selain itu, siswa penerima manfaat juga mendapat potongan jeruk sebagai pelengkap. Seluruh menu disajikan rapi dalam ompreng berbahan stainless steel dengan sekat terpisah untuk setiap jenis makanan.

Kepala SPPG Tembok Dukuh, Chafi Alida Najla mengatakan pihaknya belum bisa berkomentar mengenai penyebab insiden keracunan massal. Dugaan sementara, keracunan berasal dari lauk krengsengan daging.

"Jadi, di dalam ompreng itu ada daging, nasi, dan sebagainya, mungkin saat anak-anak itu makan nasi juga sudah terkontaminasi seperti itu," tutur Chafi kepada awak media di kantor SPPG Tembok Dukuh, Senin (11/5).

Meski begitu, ia menegaskan bahwa bahan makanan yang diterima dalam kondisi segar. Proses pengolahan hingga penyajian dalam ompreng MBG juga dilakukan sesuai prosedur BGN yang berlaku.

"Dagingnya nggak basi, karena saat kita terima dagingnya sudah bagus. Memang daging itu kan bahan yang sangat riskan banget gitu. Bumbunya pun sudah sesuai sama resep dan standar masaknya begitu," lanjutnya.

Proses memasak dilakukan mulai Minggu (10/5) pukul 23.00 WIB, kemudian paket makanan dibagikan ke 13 sekolah sekitar pukul 09.00 WIB. Chafi memastikan olahan makanan dalam kondisi baik saat didistribusika kepada siswa.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore