Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Mei 2026 | 03.21 WIB

SPPG di Surabaya Langsung Stop Operasional usai Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG

SPPG Tembok Dukuh langsung menarik semua distribusi ompreng MBG yang disalurkan ke 13 sekolah, sesaat setelah menerima laporan keracunan yang menimpa sekitar 200 siswa. (Novia Herawati/JawaPos.com) - Image

SPPG Tembok Dukuh langsung menarik semua distribusi ompreng MBG yang disalurkan ke 13 sekolah, sesaat setelah menerima laporan keracunan yang menimpa sekitar 200 siswa. (Novia Herawati/JawaPos.com)

JawaPos.com - Insiden ratusan siswa diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), ditanggapi serius oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh, Bubutan, Kota Surabaya.

Kepala SPPG Tembok Dukuh, Chafi Alida Najla mengatakan pihaknya langsung menarik semua distribusi ompreng MBG yang disalurkan ke 13 sekolah, sesaat setelah menerima laporan keracunan yang menimpa sekitar 200 siswa.

"Biasanya mendistribusikan 3.020 porsi setiap harinya, tetapi hari ini hanya mendistribusikan 2 ribu sekian, karena saat saya menerima informasi bahwa ada sekolah yang keracunan, langsung saya stop," ujarnya, Senin (11/5).

Tidak hanya itu, SPPG Tembok Dukuh juga menghentikan sementara operasional hingga waktu yang belum ditentukan. Chafi berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh pasca insiden ini.

"Kita berhenti operasional kita evaluasi dulu sampai semua benar-benar baik baru kita lihat kelanjutannya seperti apa. (Sampai kapan), yang jelas nunggu hasil laboratorium sampel makanan," imbuhnya.

Meski baru beroperasi selama 3 bulan sejak Februari 2026, Chafi menegaskan bahwa SPPG Tembok Dukuh telah mengantongi berbagai izin dan sertifikasi yang disyaratkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

"Sertifikasi sudah, lengkap semua. Memang ini kejadian di luar kontrol kita. Untuk tindak lanjut dari SPPG, kita bertanggung jawab penuh terhadap anak-anak yang menjadi korban, dan kami akan banyak evaluasi," ucap Chafi.

Ia juga mengklaim bahan makanan yang diterima dalam kondisi baik atau fresh. Proses pengolahan hingga penyajian makanan ke dalam ompreng MBG pun dilakukan sesuai prosedur yang diterapkan BGN.

"Dagingnya nggak basi, karena saat kita terima dagingnya sudah bagus. Memang daging itu kan bahan yang sangat riskan banget gitu. Bumbunya pun sudah sesuai sama resep dan standar masaknya begitu," tegasnya

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore