
Ilustrasi sindikat joki UTBK-SNBT di Surabaya memiliki 4 kluster tersangka, yakni broker, pemberi order, joki, dan pembuat KTP palsu. (AI)
JawaPos.com - Polisi menangkap 14 tersangka dalam kasus sindikat joki Ujian Tulis Berbasis Komputer untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) di Surabaya. Belasan tersangka ini terbagi dalam empat kluster.
Kluster pertama adalah penerima order (broker), yakni tersangka yang menerima orderan peserta UTBK yang ingin menggunakan jasa joki. Ada 5 tersangka yang masuk dalam kluster ini, 3 di antaranya berprofesi sebagai dokter.
“Klaster penerima order (broker) terdapat sebanyak lima orang dan tiga diantaranya adalah dokter,” ujar Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan dalam konferensi pers di Surabaya, Kamis (7/5).
Baca Juga:Momen Unik di Laga Persib Bandung vs PSIM: Seorang Bobotoh jadi MC Dadakan di Stadion GBLA!
Kemudian klaster kedua adalah pemberi order, yakni tersangka yang mengoordinasikan para joki di lapangan. Dari 14 tersangka yang diamankan Satreskrim Polrestabes Surabaya, dua orang masuk dalam klaster ini.
"Kemudian klaster joki lapangan, saat ini sudah dapat kita amankan sebanyak dua orang, yakni atas inisial N dan inisial P. Klaster keempat pembuat KTP palsu sebanyak lima orang," lanjutnya.
Kombes Pol Luthfie menjelaskan aktor utama dalam sindikat joki UTBK-SNBT di Surabaya ini berinisial K (IKP). Ia bekerja wiraswasta sebagai pemilik usaha laudry dan sudah menjalankan praktek ilegal ini sejak 2017.
Selama sembilan tahun beroperasi, sindikat joki UTBK disebut menerima sekitar 150 klien. Dari jumlah tersebut, sebanyak 114 peserta UTBK-SNBT berhasil lolos masuk perguruan tinggi negeri melalui jasa joki.
Terkait tarif, sindikat joki UTBK ini mematok harga berbeda sesuai tingkat kesulitan masuk program studi dan kampus tujuan, semakin sulit semakin mahal. Tarif yang ditawarkan berkisar Rp 500 juta hingga Rp 700 juta.
“Saat ini untuk jaringan (sindikat joki UTBK-SNBT yang diketuai) K sendiri sudah kita amankan dan masih kita lakukan pemeriksaan saat ini sedang berjalan nanti hasilnya akan kita rilis lebih lanjut,” pungkas Luthfie.
Adapun 14 tersangka yang telah diamankan, yakni HRS (21), IKP (41), PIF (21), FP (35), BPH (29), DP (46), MI (31), RZ (46), HER (18), BH (55), SP (43), SA (40), ITR (38), dan CDR (35). Semua tersangka berjenis kelamin laki-laki.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
