
Ilustrasi mayat. (Istimewa)
JawaPos.com - Kasus kematian Kepala Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, bernama Mujiyono, 55 tahun, menjadi perbincangan masyarakat usai ditemukan tak bernyawa di ruang kerjanya, Minggu (3/5).
Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, AKP Siko Sesaria Putra Suma, menyebut tak ada tanda kekerasan pada tubuh korban. Hal ini terungkap dalam hasil visum dan autopsi jenazah korbqn di RS Bhayangkara, Porong.
“Dari hasil pemeriksaan, korban mengenakan kaos kuning, terdapat luka jerat di leher, dan ditemukan cairan sperma di kemaluan korban. Namun tidak ditemukan tanda kekerasan,” tuturnya di Sidoarjo, Senin (4/5).
Baca Juga:Jakarta Siaga! Banjir Mencapai 1,2 Meter di Jakbar dan Jaksel, Dua Akses Jalan Selatan Terputus
Terdapat lingkar jeratan di leher korban sekitar 49 cm, menggunakan selang sepanjang kurang lebih 80 cm. Polisi memastikan hasil visum ini telah dicocokkan dengan rekaman CCTV serta keterangan para saksi.
Berdasarkan rekaman CCTV di lokasi, korban tiba di Balai Desa Buncitan pada Minggu sekitar pukul 10.52 WIB. Masih mengenakan jaket dan helm, ia mondar-mandir ke kamar mandi untuk mengambil serta memotong selang air.
“Sekitar pukul 11.06, korban terlihat mondar-mandir ke kamar mandi. Dia mengambil selang, menarik, dan memotongnya. Aktivitas korban semua terekam jelas di kamera pengawas,” ujar AKP Siko.
Sekitar pukul 12.52 WIB, korban kembali ke kamar mandi, lalu keluar 2 menit menuju ruang kepala desa. Pada pukul 16.22 WIB, korban ditemukan meninggal oleh petugas kebersihan berinisial MK, dengan leher terikat selang.
“Awalnya saksi MK datang ke kantor desa untuk melakukan aktivitas rutin pembersihan. Saat itu, saksi melihat sepeda motor korban terparkir di depan ruang kepala desa,” ujar AKP Siko di Sidoarjo, Senin (4/5).
Hasil autopsi mengungkap luka jerat di leher korban membentang dari kanan ke kiri sekitar 40 cm dan mengarah ke atas. Ditemukan pula resapan darah pada otot leher serta patah saluran napas sisi kiri.
“Dari pemeriksaan luar dan dalam, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan (pada tubuh korban). Waktu kematian diperkirakan antara tiga hingga delapan jam sebelum pemeriksaan,” bebernya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
