
Ilustrasi Balai Kota Surabaya. (Istimewa)
JawaPos.com-Harapan Advan Chodarul Arfiansyah untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik justru berujung kerugian besar. Warga Jalan Dupak, Bubutan itu menjadi salah satu dari puluhan korban dugaan penipuan bermodus rekrutmen pegawai di lingkungan Pemkot Surabaya yang menyeret nama mantan Camat Pakal, Deddy Sjahrial Kusuma.
Bukan hanya kehilangan uang, Advan juga kehilangan pekerjaan yang sudah lebih dulu ia tinggalkan demi mengejar janji yang ternyata palsu itu. “Waktu itu saya masih kerja di toko optik di Jalan Tunjungan. Ditawari jadi staf di Kecamatan Pakal, akhirnya saya tertarik,” ujar Advan saat dikonfirmasi, Senin (20/4).
Tawaran itu datang dari tetangganya berinisial MI pada Oktober 2025. Awalnya, tidak ada pembahasan soal biaya. Advan bahkan diberi pilihan posisi, mulai dari staf kecamatan, Satpol PP, hingga BPBD Surabaya dengan status outsourcing.
Namun, situasi berubah setelah pertemuan pertama dengan Deddy. Tak lama setelah itu, Advan baru diberi tahu bahwa ada “fee” yang harus dibayar jika ingin mendapatkan pekerjaan tersebut. “Setelah ketemu, saya baru dikabari kalau harus bayar Rp 25 juta. Awalnya saya menolak karena berat,” katanya.
Meski sempat ragu, Advan akhirnya luluh setelah diyakinkan orang tuanya. Ia bahkan rela utang demi memenuhi permintaan tersebut, dengan harapan bisa memperoleh pekerjaan tetap dengan penghasilan lebih baik. “Saya dijanjikan gaji sekitar Rp 4,2 juta (per bulan). Setelah potongan, bersihnya sekitar Rp 3,7 juta. Orang tua saya berharap ini bisa memperbaiki kondisi saya,” ujarnya.
Proses pun berlanjut. Advan beberapa kali bertemu dengan Deddy di sejumlah tempat di Surabaya Barat. Ia sempat memberikan uang muka Rp 1 juta dari total Rp 5 juta yang diminta di awal. Sisanya dijanjikan akan dilunasi saat penandatanganan kontrak kerja.
Kontrak itu benar-benar ada. Bahkan, menurut Advan, dokumen tersebut menggunakan kop surat resmi Pemkot Surabaya dan dilengkapi stempel. Deddy juga hadir mengenakan seragam camat lengkap, membuat semuanya tampak meyakinkan. “Di kontrak tertulis saya mulai kerja November 2025. Tapi kemudian diundur Desember, lalu diundur lagi ke awal tahun. Sampai sekarang tidak ada realisasi,” ungkapnya.
Kepercayaan Advan mulai runtuh saat terjadi pergantian Camat Pakal pada awal Januari 2026. Nama Deddy digantikan pejabat baru. Saat dikonfirmasi, Deddy disebut masih meyakinkan bahwa semuanya aman. “Dia bilang sudah dititipkan ke camat baru. Tapi akhirnya terbongkar waktu ada 20 orang datang ke kantor kecamatan dan ternyata itu bukan urusan instansi,” jelasnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
