
Pudak Cap Kuda Kuliner legendaris Gresik sejak 1950. (Radar Gresik)
JawaPos.com — Memasuki H+2 Lebaran Idulfitri 1447 H, gelombang arus balik mulai terasa di berbagai ruas jalan Kabupaten Gresik. Di tengah padatnya perjalanan pulang, satu tradisi tetap tak tergantikan: berburu oleh-oleh khas untuk dibawa pulang.
Bagi pemudik maupun wisatawan yang meninggalkan Kota Pudak, membawa buah tangan bukan sekadar kebiasaan. Lebih dari itu, oleh-oleh menjadi cara sederhana menyimpan kenangan rasa dari perjalanan Lebaran.
Gresik dikenal bukan hanya sebagai kota industri, tetapi juga gudangnya kuliner tradisional yang bertahan lintas generasi. Ragam jajanan khasnya punya cita rasa unik yang sulit ditemukan di daerah lain.
Baca Juga:Geger! Mayat Perempuan Berdaster Merah Ditemukan di Sawah Pasuruan, Identitas Masih Misterius
Pudak masih menjadi ikon kuliner yang tak tergoyahkan di Gresik hingga hari ini. Terbuat dari tepung beras, gula, dan santan, jajanan ini dibungkus pelepah pinang atau ope yang memberi aroma khas menggoda.
Rasa manis legit berpadu dengan tekstur lembut membuat pudak selalu jadi incaran utama pemudik.
Tak heran jika deretan toko di sepanjang Jalan Sindujoyo, Desa Pulopancikan, hingga Jalan Veteran selalu ramai pembeli sejak pagi.
Beberapa nama legendaris seperti Pudak Galaksi dan Pudak Cap Kuda tetap jadi pilihan favorit. Banyak pemudik rela antre demi mendapatkan pudak hangat yang baru saja diangkat dari kukusan.
Selain pudak, otak-otak bandeng juga menjadi oleh-oleh khas yang tak kalah populer. Berbeda dari daerah lain, olahan ini menggunakan ikan bandeng yang dibumbui rempah kuat lalu dimasukkan kembali ke kulitnya sebelum dibakar.
Sensasi gurih tanpa duri menjadi daya tarik utama makanan ini. Aroma bakaran yang khas membuat siapa pun sulit menolak untuk mencicipinya.
Kawasan Pasar Gresik, Jalan Sindujoyo, hingga sekitar Alun-alun Gresik menjadi pusat perburuan otak-otak bandeng. Salah satu yang cukup dikenal adalah olahan dari Bu Muzanah yang kerap diburu pembeli.
Tak lengkap rasanya jika pulang tanpa membawa jubung dan ayas sebagai pelengkap. Dua camilan manis ini sering hadir dalam satu paket dan menjadi teman setia pudak.
Jubung dibuat dari ketan hitam yang ditaburi wijen, menghasilkan rasa legit dengan sentuhan gurih. Sementara ayas memiliki tekstur kenyal mirip moci dengan warna-warni cerah yang menggoda mata.
