Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Maret 2026, 06.31 WIB

Belajar dari Kasus Al Khoziny, Gubernur Khofifah Dorong Edukasi Kebencanaan Sejak Dini

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau Posko Siaga SAR Khusus Lebaran di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (22/3). (Humas Pemprov Jatim) - Image

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau Posko Siaga SAR Khusus Lebaran di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (22/3). (Humas Pemprov Jatim)

JawaPos.com - Kasus ambruknya bangunan tiga lantai Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, yang menewaskan 63 Santri, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakatnya Jawa Timur.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat sekaligus pelajaran berapa pentingnya edukasi mitigasi bencana di lingkungan pendidikan, termasuk pondok pesantren, sehingga kecelakaan serupa bisa diminimalisir.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menilai kesiapsiagaan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga harus didukung oleh langkah-langkah mitigasi dan edukasi yang berkelanjutan.

"Momentum lebaran ini mobilitas masyarakat tinggi, sehingga potensi risiko harus diantisipasi sejak dini,” ujarnya saat meninjau Posko Siaga SAR Khusus Lebaran 2026 di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (22/3).

Gubernur Jatim menekankan bahwa peristiwa di Pondok Pesantren Al Khoziny menjadi pelajaran penting akan urgensi penguatan sistem penanggulangan bencana secara menyeluruh dan terintegrasi.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan pascabencana harus terintegrasi diperkuat secara sistematis dan berkelanjutan,” sambungnya.

Khofifah lantas mendorong agar kurikulum Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dapat mengintegrasikan pendidikan kewaspadaan kebencanaan secara lebih terstruktur.

“Kita perlu mengenalkan kebencanaan kepada anak-anak. Ini penting untuk membangun budaya siaga bencana. Kesiapsiagaan maksimal berarti mampu memitigasi risiko melalui koordinasi yang solid,” terang Khofifah.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjut Gubernur Khofifah, akan terus hadir dalam setiap tahapan penanganan bencana, mulai dari upaya mitigasi, tanggap darurat, hingga pemulihan.

"Kami akan berupaya untuk terus mendampingi masyarakat, tidak hanya saat tanggap darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas dengan baik,” pungkasnya. (*)

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore