
Pemkot Surabaya mulai proyek flyover Taman Pelangi yang didanai APBN. Target rampung awal 2027 untuk atasi kemacetan tanpa lampu merah.
JawaPos.com - Kampung Taman Pelangi di Jalan Jemur Gayungan RT 01/RW 03 kini tak lagi berpenghuni. Rumah-rumah warga yang sebelumnya berada di tengah kebisingan Jalan Ahmad Yani, kini telah dibongkar dan rata dengan tanah.
Langkah ini menandai akan dimulainya proyek flyover atau overpass Taman Pelangi. Proyek jalan layang yang dicanangkan pemerintah diharapkan dapat mengurai kemacetan di kawasan Surabaya Selatan.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyebut proyek ini segera masuk tahap pelaksanaan. Konsep flyover dipilih atas rekomendasi Kementerian PU, dengan pertimbangan faktor keamanan infrastruktur bawah tanah.
"Berdasarkan hitungan dari Kementerian dan kami bersama, kalau underpass banyak pipa di sana, terutama gas, itu membahayakan. Selain itu, kalau underpass harus memindah aliran sungai dulu," ucap Eri, Rabu (28/1).
Atas pertimbangan tersebut, Pemkot Surabaya dan Kementerian PU sepakat untuk membangun flyover. Proyek ini juga didanai sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta ditargetkan rampung awal 2027.
"Kami targetnya mulai dikerjakan pada 2026 hingga awal 2027. Dengan adanya flyover ini, kami berharap salah satu titik paling padat di Surabaya Selatan dapat terbebas dari kemacetan," imbuhnya.
Bundaran Taman Pelangi menjadi titik pertemuan arus dari arah Ahmad Yani menuju Rungkut maupun arah Jemursari menuju pusat kota. Hal ini membuat kemacetan tak terhindarkan, terlebih pada jam-jam sibuk.
Terkait konsep flyover, Eri Cahyadi menyebut konsep proyek ini akan menyerupai Flyover Aloha di Sidoarjo, di mana arus lalu lintas akan dibuat mengalir terus (continuous flow) tanpa hambatan lampu merah (traffic light).
"Otomatis nanti tidak ada lampu merah. Jadi dari arah Ahmad Yani langsung naik, turunnya di arah Jemur, begitu juga sebaliknya. Seperti di Aloha, tidak macet karena perputaran ada di atas dan tidak ada jeda lampu merah yang memicu antrean panjang," terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Surabaya menegaskan seluruh proses pembebasan lahan telah selesai. Warga yang terdampak telah menerima ganti rugi, dan saat ini hanya menyisakan satu bangunan yang digunakan sementara sebagai pos satgas.
"Semua bangunan sudah selesai dan sudah mendapatkan ganti rugi. Sekarang prosesnya sudah di tahap desain final dan akan segera masuk pelelangan. Pelaksanaannya dimulai tahun ini," pungkas Eri Cahyadi.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
