Ilustrasi tawuran di Manggarai. Sumber foto: (Radar Surabaya)
JawaPos.com-Keributan yang melibatkan sejumlah pesilat terjadi di simpang empat Deles, pertemuan Jalan Arif Rahman Hakim dan Jalan Ir. Soekarno (MERR), Sukolilo, Sabtu (17/1) dini hari. Insiden itu mengakibatkan satu anggota kepolisian terluka setelah terseret di aspal saat berupaya mengamankan pelaku.
Peristiwa tersebut sempat disebut sebagai tawuran antar pesilat oleh warga sekitar. Namun, Kapolsek Sukolilo AKP Wahyu Sigit menegaskan kejadian itu bukan tawuran, melainkan dipicu persoalan serempetan kendaraan.
“Bukan tawuran. Itu hanya masalah serempetan motor. Ramai karena dikira ada pengeroyokan, tapi sebelum terjadi perkelahian sudah dipisahkan anggota,” ujar Wahyu saat dikonfirmasi.
Meski begitu, sejumlah saksi mata menyebut situasi di lokasi sempat ricuh. Kastono, warga yang berada di sekitar lokasi, mengatakan polisi harus melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan keributan. “Ada suara tembakan, kalau tidak salah tiga kali. Baru setelah itu bubar,” kata Kastono.
Saksi lain, Mat Tohir (45), pedagang di sekitar simpang Deles, menyebut keributan melibatkan belasan pesilat yang sebelumnya kejar-kejaran dari arah Rungkut. “Mereka ramai tiba-tiba di perempatan Deles. Ada dua orang yang dikeroyok hampir belasan orang,” ujar Tohir.
Saat kejadian, tiga anggota opsnal Unit Reskrim Polsek Sukolilo yang tengah berpatroli berpakaian preman langsung berusaha membubarkan keributan. Salah satu anggota sempat menangkap seorang pesilat, namun pelaku kabur menggunakan sepeda motor hingga menyeret petugas belasan meter di atas aspal.
“Polisinya terseret saat mau menangkap pelaku. Lukanya di wajah dan bagian tubuh sebelah kiri,” ujar Kastono.
Kapolsek Sukolilo membenarkan anggotanya mengalami luka saat kejadian. Namun, ia menegaskan luka tersebut tidak parah. “Anggota hanya mengalami luka lecet di wajah, tangan, dan kaki kiri. Bukan luka berat,” jelas Wahyu.
Terkait penanganan kasus, Wahyu menyebut total ada delapan pesilat yang diamankan dan dibawa ke Polsek Sukolilo untuk dimintai keterangan, termasuk satu orang yang menyebabkan anggotanya terseret. “Ada delapan yang kami bawa ke Polsek. Setelah dimintai keterangan, mereka dimediasi dan diminta membuat surat pernyataan,” katanya.
Setelah proses mediasi, seluruh pesilat tersebut dipulangkan. “Kedua belah pihak sudah sepakat, jadi kami pulangkan,” tutur Wahyu.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
